Gerombolan Klitih Lempar 9 Mobil Dalam Semalam

MERAPI-SAMENTO SIHONO Anggota gerombolan klitih dibekuk polisi setelah meresahkan masyarakat dengan aksi lempat batunya.
MERAPI-SAMENTO SIHONO/Anggota gerombolan klitih dibekuk polisi setelah meresahkan masyarakat dengan aksi lempat batunya.

MLATI (MERAPI)- Tiga orang remaja anggota gerombolan klitih yang diciduk aparat Polda DIY mengaku melempari mobil tanpa alasan jelas sampai 9 kali di 3 kecamatan. Meski tak sampai membuat para korban terluka, namun aksi mereka sangat meresahkan. Dua remaja yang dibekuk masih berstatus pelajar, sedangkan satu orang putus sekolah.
Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu kepada wartawan, Rabu (13/2) mengatakan, penangkapan pelaku bermula dari adanya laporan dari salah seorang korban ke Polsek Mlati pekan lalu. Saat itu korban sedang mengemudi mobil pikup di Jalan Gajah Mada, Mlati. Tiba-tiba, kaca depan mobilnya dilempar bongkahan batu hingga pecah.

“Korban tidak mengalami luka meski batu menembus kaca depan sisi kanan. Pelemparan itu dilakukan saat pelaku dan korban berpapasan,” ujarnya.
Usai kejadian itu, korban kemudian melapor ke aparat Polsek Mlati. Polisi segera bertindak cepat. Sebab ternyata, aksi serupa juga terjadi di Seyegan dan Godean. Polisi menyelidiki keterangan korban dan saksi. Termasuk ciri motor yang dipakai.
Setelah beberapa hari melakukan penyelidikan, polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi ketiga pelaku. Mereka pun dibekuk di tempat terpisah pada Selasa (12/2).
Dari hasil pemeriksaan, kepada polisi ketiga pelaku mengakui semua perbuatan itu. Bahkan dalam semalam, gerombolan klitih ini melakukan aksi pelemparan batu di sembilan lokasi berbeda, di antaranya 5 lokasi di wilayah Mlati, dua di Godean dan dua di Seyegan.

Direskrimum Polda DIY Kombes Pol Hadi Utomo menambahakan, pihaknya tidak akan mentolerir aksi kejahatan yang dapat meresahkan masyarakat. Pihaknya juga akan menindak secara tegas para pelaku kejahatan, meski masih di bawah umur atau remaja.
“Meski dua pelaku masih di bawah umur, tetap akan diproses sesuai aturan hukum yang berlaku. Satu pelaku ditahan, dua pelaku yang di bawah umur tidak ditahan, tapi ketiganya tetap diproses hukum,” beber Hadi Utomo.
Akibat perbuatannya, para pelaku dijerat Pasal 170 subsider 406 KUHP jo Pasal 55 KUHP tentang kekeran dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara. Polisi juga amankan batu, dua jamper, dua motor dan celana sebagai barang bukti.

Seperti diketahui, gerombolan klitih yang beranggotakan 3 orang diciduk aparat Polda DIY setelah melakukan serangkaian aksi teror lempar batu di Sleman.
Tiga orang pelaku di antaranya D (16) remaja putus sekolah warga Mlati, Sleman, S (18) pelajar SMK warga Gamping, Sleman dan R (16) pelajar SMP warga Gamping, Sleman. Para pelaku diamankan oleh Tim Progo Sakti Polres Sleman dan Reskrim Polsek Mlati di dua lokasi berbeda.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Mengantuk Hantam Pohon

KARANGANYAR (MERAPI) - Lakalantas tunggal di Jl Bejen-Mojogedang, Selasa (12/2) pukul 08.45 WIB mengakibatkan seorang pengemudi mobil Suzuki Carry bak

Close