Stres Kerjakan Skripsi, Oknum Mahasiswa Pilih Nyabu

MERAPI-NOOR RIZKA Petugas Satresnarkoba Polresta Yogya menunjukkan barang bukti yang disita.
MERAPI-NOOR RIZKA/Petugas Satresnarkoba Polresta Yogya menunjukkan barang bukti yang disita.

YOGYA (MERAPI) – Diduga stres karena kesulitan mengerjakan skripsi, seorang mahasiswa kampus swasta di Yogya, Hn (31) asal Natuna Kepulauan Riau nekat memakai sabu-sabu. Sebelumnya, tahun 2014 dan 2017 silam, tersangka juga pernah berurusan dengan Polresta Yogya dan Polda DIY karena kasus serupa. Dia pun kembali harus berurusan dengan polisi karena ulahnya itu.
Kasat Satresnarkoba Polresta Yogya Kompol Cahyo Wicaksono kepada wartawan, Selasa (13/2) mengatakan, tersangka merupakan pemain lama. Sebagai pecandu, ia kerap kali memesan barang dan digunakan sendiri. Biasanya tersangka memesan barang secara online. Setelah uang ditransfer ke penjual, tersangka akan mendapat alamat di mana ia bisa mengambil sabu.

“Menurut pengakuan, sabu dipakai sendiri karena memang sudah kecanduan,” kata Cahyo.
Namun, berdasarkan keterangan saksi, tersangka sedang mengerjakan skripsi. Sayang, tugas akhir tersebut tak kunjung selesai dikerjakan. Diduga, tersangka kembali intens menggunakan sabu sebagai mood boster dalam mengerjakan skripsinya.
Kompol Cahyo menjelaskan, penangkapan dilakukan setelah polisi menerima info tersangka menggunakan sabu di sebuah hotel di Jalan Wates. Polisi pun langsung menggrebeknya. Hasil tes urine positif. Polisi juga menyita alat yang digunakan tersangka untuk nyabu, yakni pipet kaca, sendok dan HP.

Menurut Cahyo, dalam penangkapan tersebut, tersangka cukup kooperatif. Selanjutnya, ia dibawa ke Satresnarkoba Polresta Yogya untuk pemeriksaan. Kini, tersangka mendekam di tahanan Polresta Yogya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Anggota gerombolan klitih dibekuk polisi setelah meresahkan masyarakat dengan aksi lempat batunya.
Gerombolan Klitih Lempar 9 Mobil Dalam Semalam

MLATI (MERAPI)- Tiga orang remaja anggota gerombolan klitih yang diciduk aparat Polda DIY mengaku melempari mobil tanpa alasan jelas sampai

Close