SATLANTAS POLRES SLEMAN GELAR DISKUSI- Kaum Milenial Dominasi Korban Laka


AKBP Rizki Ferdiansyah saat sosialisasi tertib lalu lintas dan anti hoaks kepada generasi milenial. (MERAPI-SAMENTO SIHONO)
AKBP Rizki Ferdiansyah saat sosialisasi tertib lalu lintas dan anti hoaks kepada generasi milenial. (MERAPI-SAMENTO SIHONO)

NGAGLIK (MERAPI)- Jajaran Satlantas Polres Sleman menggelar ‘Dialog Lintas Milenial’, dengan menghadirkan perwakilan pelajar di Sleman. Kegiatan ini berlangsung di salah satu cafe di kawasan Ngaglik Sleman, Selasa (12/2).

Kegiatan ini menjangkau kaum muda untuk sadar dan tertib dalam berlalu lintas. Dalam kegiatan itu, Satlantas Polres Sleman mengambil tema ‘Menjadi Milenial Modern Cinta Lalu Lintas yang Siap Perangi Hoaks’.

Hadir dalam acara itu, Kapolres Sleman AKBP Rizki Ferdiansyah, Kasat Lantas Polres Sleman AKP Faisal Pratama, Kanit Regiden Ipda Arfita Dewi, dan Kepala Dinas Perhubungan Kabupaten Sleman.

AKBP Rizki mengatakan dialog lintas milenial ini bertujuan memberi pemahaman dan kecintaan terhadap lalu lintas di kalangan generasi muda. Alasannya, berdasarkan data, kaum milenial mendominasi menjadi korban kecelakaan di jalan raya.

“Kami memberi pemahaman dan pengertian betapa pentingnya budaya tertib dalam berlalu lintas. Dari data, mayoritas korban laka itu adalah kaum millenial (usia 17-35 tahun),” beber Rizki.

Rizki mengajak kader muda untuk berperan aktif menjadi agen perubahan, yang dimulai dalam lingkup sekolah. Sehingga angka kecelakaan lalu lintas dapat di tekan sejak dini, dan dapat menjadi agen perubahan.

“Mari jadi agen perubahan, di sana nanti ada perekrutan pelopor keselamatan berlalu lintas serta pembentukan komunitas cinta berlalu lintas,” jelasnya.
Dalam kesempatan itu juga disampaikan tentang bahaya hoaks, sehingga generasi muda perlu perhatian khusus. Pasalnya kaum mellinial dewasa ini sangat dekat dengan gajet, sehingga mereka diimbau lebih bijaksana dalam menggunakan medsos.

“Tadi disampaikan bagaimana bentuk hoaks, ciri-ciri hoaks, bagaimana penangkalannya, dan bagaimana menyikapinya. Sehingga mereka bisa menyampaikan hal itu ke teman-temanya karena mereka perwakilan dari sekolah,” jelasnya.

Kapolres mengungkapkan generasi milenial bisa dikatakan generasi hidup di balik layar gadget. Untuk itu jika sejak awal tidak diberi pemahaman ditakutkan generasi milenial ini dapat salah langkah, karena mereka masih labil.

AKP Faisal Pratama menambahkan kalau hampir 60 persen dari pelanggaran lalu lintas yang terjadi dilakukan dilakukan oleh generasi milenial. Bahkan hampir 30 persen angka kecelakaan lalu lintas melibatkan generasi milenial.

“Kebanyakan pelanggaran tidak memiliki SIM, dan kelengkapan kendaraan, biasanya mereka tidak memakai spion dan ban yang kecil,” tandasnya.
AKP Faisal menambahkan kegiatan ini merupakan rangkaian ‘Milenial Road Safety Festival’ 2019. Menurutnya puncak acara ini akan digelar di Lapangan Dengung, 3 Maret mendatang. (Shn)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Kuasa hukum korban First Travel, TM Luthfi Yazid saat memberi keterangan kepada wartawan.
MA TOLAK KASASI BOS FIRST TRAVEL DAN JPU-Aset Disita, Uang Jemaah Belum Kembali

JAKARTA (MERAPI) - Mahkamah Agung (MA) telah menolak kasasi yang diajukan Jaksa Penuntut Umum (JPU) maupun terdakwa para bos First

Close