DIY Seleksi untuk Lomba Kompetensi Bahasa Mandarin

Para peserta lomba.
Para peserta lomba.

LOMBA kompetensi bahasa Mandarin Dunia “Chinese Bridge” seleksi wakil DI Yogyakarta, dilaksanakan Minggu (10/2), di Atrium Hartono Mall. “Chinese Bridge” World Chinese Proficiency Competition atau lebih dikenal dengan nama “Hanyu Qiao” adalah lomba yang diselenggarakan Confucius Institute Headquarters atau dikenal dengan nama “HANBAN”, sebuah lembaga milik pemerintah Tiongkok yang bergerak di bidang pengembangan pendidikan bahasa Mandarin pada orang asing.

Untuk tahun 2019 akan dilaksanakan yang ke-18 untuk kategori Mahasiswa dan ke-12 untuk kategori Pelajar SMA/K. Para pemenang diseleksi untuk mewakili DIY ikut lomba tingkat Nasional pada Mei mendatang. Pemenang tingkat Nasional akan menjadi wakil Indonesia di Final Tingkat Dunia di Tiongkok pada Agustus untuk kategori SMA/K dan Oktober untuk kategori Mahasiswa.

Lomba diawali penampilan Tim Chinese Drum dari Sekolah 3 bahasa Budi Utama. Selanjutnya Jimmy Sutanto selaku ketua Badan Koordinasi Pendidikan Bahasa Tionghoa DI Yoyakarta memberi sambutan. Budi Irawan selaku ketua panitia bersama Jimmy memukul Chinese Drum bertanda lomba resmi dimulai.

Dalam seleksi ini, tiap pesserta harus tampil 3 kali, yakni pertama tampilkan seni budaya Tiongkok seperti drama, komedi tradisional, tarian atau alat musik tradisional, wushu dll. Yang kedua pidato dengan tema ”Menguasa bahasa Mandarin, di dunia manapun ada kawan”. Baik penampilan seni maupun pidato berlangsung 90 detik. Usai Pidato, peserta diberi pertanyaan mengenai Tiongkok atau Budaya Tionghoa. Lalu juri memberi nilai untuk penampilan tersebut guna menentukan yang terbaik.

Akhirnya terseleksi Calista Belinda, Zefanya Adelia Sidharta, Giovanny Kristianto, ketiganya dari SMA Budi Utama untuk kategori Pelajar dan Angela Irene dari UAJY, M. Iqbal dan Zurayda Enggar Kusuma, keduanya dari UMY untuk kategori Mahasiswa sebagai wakil DIY di Tingkat Nasional kelak.

Seleksi DIY diselenggarakan oleh BKPBT DIY, dilaksanakan oleh Asosiasi Pendidikan dan Pengembangan Bahasa Mandarin DPD DIY. Panitia terdiri dari pada guru bhs Mand di DIY, Mhs Jogja yang kuliah di Tiongkok maupun Mahasiswa New Era University Malaysia jurusan pendidikan Bhs Mandarin pada penutur asing yang sedang magang di Jogja. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Mantan Ketua KPU ini Garap Limbah Kayu Jati Bernilai Ekomoni Tinggi

MEMANFAATKAN limbah alam menjadi barang yang lebih bermanfaat dan punya nilai ekonomi lebih tinggi, merupakan salah satu dari ruang lingkup

Close