DUKUN PALSU DIBEKUK-Tawarkan Tarif Usir Jin Rp 1,9 Juta

GAMPING (MERAPI)- Seorang wanita penipu, Ny EH (41) asal Medan yang tinggal di Seyegan, Sleman ditangkap petugas Polsek Gamping lantaran menipu sejumlah warga dengan mengaku sebagai dukun. Pelaku meminta sejumlah uang kepada korban kemudian menjanjikan bisa menyembuhkan penyakit hingga mengusir jin dan genderwo yang melekat di tubuh korban.
“Pelaku kami amankan karena dilaporkan oleh korbannya yang tertipu modus pengobatan alternatif,” beber Kapolsek Gamping Kompol Hendri Murti kepada wartawan, Senin (11/2).

Menurut Kompol Hendri, kejadian itu bermula saat pelaku EH mendatangi sejumlah kampung di Gamping dengan mengaku sebagai dukun asal Medan. Salah satu korban yang dikelabui pelaku adalah Ny Nani Sariyati (38) warga Guyangan, Nogotirto, Gamping, Sleman. Saat itu korban memberitahukan kepada pelaku jika suaminya mengalami sakit lumpuh. Pelaku lantas mengatakan jika suami korban sudah susah untuk disembuhkan karena kondisinya parah. “Dengan meyakinkan, pelaku mengatakan jika sanggup menyembuhkan suami korban,” ujar Hendri.
Pelaku kemudian mengajukan berbagai syarat, termasuk korban harus membayar mahar uang sebesar Rp 1,6 juta. Tanpa menaruh curiga gelagat pelaku, korban lantas menyanggupi permintaan pelaku asalkan suaminya berhasil disembuhkan dari penyakitnya.

“Sejak saat itu korban memberikan uang sesuai dengan permintaan pelaku, dengan harapan penyakit suaminya bisa disembuhkan,” jelasnya. Setelah beberapa hari prosesi penyembuhan, ternyata penyakit suaminya tak juga sembuh. Saat itulah korban sadar ditipu pelaku. Dia pun langsung melapor ke Polsek Gamping. Kemudian saat pelaku hendak melakukan pengobatan untuk kesekian kalinya di rumah korban, polisi datang untuk menangkapnya.
“Saat kita introgasi, pelaku langsung mengakui perbuatannya,” katanya.
Dari hasil pemeriksaan, selain Nani, dua orang lainnya warga Gamping juga menjadi korban penipuan yang dilakukan oleh pelaku. Seperti Slamet Rahayu (43). Dia juga tertipu uang Rp 450 ribu, setelah meminta pelaku mengobati sakit asma orangtuanya.

Hal senada dialami Wakidah (45). Bedanya, Wakidah tertipu dengan pengakuan tersangka yang bisa menghilangkan jin atau genderuwo.
“Pelaku mengatakan jika korban sering sakit-sakitan karena selalu diikuti genderwo sehingga untuk mengobatinya, genderwo itu harus diusir,” kata Hendri.
Dikatakan, saat itu korban dimintai uang sebesar Rp 1.950.000 sebagai ongkos mengusir genderwo. Namun setelah semua yang diminta pelaku dipenuhi, ternyata penyakit korban dan keluarganya belum sembuh juga.
“Modus penipuan yang dilakukan sama, yakni bisa mengobati berbagai penyakit. Dua orang korban merupakan tetangga pelaku sendiri,” beber Hendri.

Hendri menambahkan saat ini pelaku sudah diamankan ke Polsek Gamping guna dilakukan penyidikan lebih lanjut, tapi penahanan dilakukan di Polres Sleman. Pihaknya juga mengimbau masyarakat agar lebih waspada dan berhati-hati terhadap modus operandi seperti ini. Jika ada yang merasa tertipu agar segera lapor polisi.
“Dengan adanya periatiwa ini, saya imbau pada masyarakat harus lebih waspada saat melakukan pengobatan alternatif. Jangan mudah percaya dengan ucapan orang yang belum dikenal. Terlebih saat dimintai uang yang jumlahnya besar,” imbaunya. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Tanda Ulama Jahat

“Kebinasaan bagi ummatku (datang) dari Ulama SU’ mereka menjadikan ilmu sebagai barang dagangan yang mereka jual kepada para penguasa masa

Close