Jalan Searah di Yogya Bakal Diperbanyak

Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi bersama jajaran Dishub saat melihat Taman Lalu lintas di Kompleks Terminal Giwangan. (MERAPI-TRI DARMIYATI) 

UMBULHARJO (MERAPI) – Jalan dengan arus searah akan diperbanyak di Kota Yogyakarta untuk mengurangi kepadatan lalu lintas. Rekasaya jalan searah menjadi solusi karena penambahan infrastruktur jalan di Kota Yogyakarta dinilai tidak memungkinkan.

“Sekarang sedang dikaji bagaimana mengurangi beban-beban jalan dengan membuat lalu lintas satu arah,” kata Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi di sela sosialisasi keselamatan berlalu lintas di Taman Lalu Lintas Dishub Kota Yogyakarta, Senin (11/2).

Menurutnya, rekayasa arus lalu lintas satu arah adalah salah satu upaya yang bisa dilakukan untuk mengurai kepadatan karena mengurangi bertemunya kendaraan saling berpapasan. Arus lalu lintas searah, lanjutnya, juga akan mempercepat waktu tempuh dan mengurangi tingkat setre kemacetan di jalan.

Dia menyatakan sebagian besar arus lalu lintas wisata menuju Malioboro, sehingga kemacetan berada di sekitar jalan masuk maupun keluar kawasan ikon wisata Yogyakarta Itu. Termasuk berdampak ke jalan-jalan di sekitar Kotabaru yang biasanya menjadi jalur pengalihan dan alternatif masuk ke Malioboro.

“Kajian itu juga akan disinergikan dengan Pemda DIY yang akan menerapkan jalan satu arah berlawanan jarum jam pada jalan-jalan mengitari Malioboro,” ujarnya.

Dia menjelaskan kepadatan lalu lintas jalan-jalan di Kota Yogyakarta juga disumbang dari jarak antar simpang dengan alat pemberi isyarat lampu lalu lintas (APILL) cukup dekat berkisar 200-300 meter. Kelemahan kota yogyakarta dari sisi lalin adalah jarak antar simpang APILL hanya sekitar 200-300 meter. Termasuk penggunaan APILL dengan ATCS juga tidak bisa maksimal jika jarak antar simpang dekat. Misalnya jarak simpang APILL di Sentul Sultan Agung ke timur maupun ke barat.

Sementara itu Pelaksana Tugas Kepala Dishub Kota Yogyakarta Wirawan Haryo Yudo mengatakan dalam pengelolaan menajeman lalu lintas harus satu komando dan berkoordinasi dengan Dishub DIY, karena juga melintasi wilayah perbatasan. Melalui pengaturan manajemen lalu lintas itu untuk mendukung keamanan berlalu lintas. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
DIY Seleksi untuk Lomba Kompetensi Bahasa Mandarin

LOMBA kompetensi bahasa Mandarin Dunia “Chinese Bridge” seleksi wakil DI Yogyakarta, dilaksanakan Minggu (10/2), di Atrium Hartono Mall. “Chinese Bridge”

Close