LAUNCHING GEDUNG LOTUS CARE – Paliatif Tingkatkan Kualitas Hidup Pasien Kanker

MERAPI-ZAINURI ARIFIN Dr Christantie menerima tumpeng saat launching gedung Lotus Care
MERAPI-ZAINURI ARIFIN
Dr Christantie menerima tumpeng saat launching gedung Lotus Care

AKHIR-AKHIR ini istilah “paliatif” mulai kian santer dibicarakan masyarakat. Hal ini dikarenakan terkait kondisi keganasan penyakit. Dimana penyakit ganas seperti kanker merupakan angka tertinggi pasien yang belum dapat disembuhkan, dan menyembakan kematian.

Namun demikian, adalah hak pasien untuk mendapat perawatan semaksimal mungkin, termasuk pasien keganasan yang berada di stadium akhir. Bagi mereka, pilihan perawatan yang tepat sesuai kondisi dan kebutuhan tetaplah harus diberikan. Di sinilah perawatan paliatif dibutuhkan, seperti diungkapkan oleh Dr. Chirstantie Effendy S.Kp, M.Kes, bahwa perawatan ini penting bagi pasien kanker stadium akhir.

“Perawatan paliatif dilakukan adalah sebuah treatment dimana kita tidak lagi menyembuhkan pasien, tetapi berupaya meningkatkan kualitas hidupnya,” terangnya saat melaunching pembukaan gedung perawatan luka moderen dan paliatif “Lotus Care Yogyakarta’ di Jalan Nogosaren Baru 9, Modinan, Banyuraden, Gamping, Sleman, Sabtu (9/2).

Dijelaskannya, bahwa Lotus Care yang baru diresmikannya tersebut merupakan satu-satunya tempat konsultasi perawatan luka modern dan paliatif di Yogyakarta. Dan perawatan paliatif yang diberikan kepada pasien adalah suatu pendekatan yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas hidup pasien yang memiliki penyakit yang dapat mengancam jiwa.

Bagi pasien stadium lanjut, secara medis waktunya terbatas. Maka, perawatan paliatif membantu bagaimana pasien bisa memanfaatkan waktu yang ada sehingga hidupnya betul-betul berkualitas.

“Jadi, bagi pasien yang punya harapan hidup beberapa bulan, maka selama dia hidup beberapa bulan itu, kualitasnya harus baik. Tidak hanya tergeletak di atas tempat tidur, tetapi tetap aktif di rumah, misalnya tetap masak walau di atas kursi roda dan menjalani hobi baru. Dan disitulah keberadaan kami akan memberikan pendampingan kepada pasien, bahkan juga kepada keluarga pasien,” sambungnya.

Ditambahkannya, perawatan paliatif meliputi seluruh aspek kehidupan pasien. Dalam hal ini, yang diperhatikan bukan hanya masalah fisik, melainkan juga masalah sosial, spiritual, emosi, dan psikologis. Selain kualitas hidup pasien, kualitas hidup keluarganya juga perlu perhatian.

“Pada kanker stadium lanjut, bukan hanya pasien yang menderita. Keluarga pun memiliki beban yang berat. Ketika seorang pasien dan keluarga menderita, ketika pasien kehilangan harapan dan dokternya kehilangan harapan, di sinilah paliatif dibutuhkan,” tandas Dr Christantie.

Salah satu caranya adalah dengan memberikan pengertian yang tepat kepada pasien dan keluarga yang belum bisa menerima kondisi mereka. Bagaimana mengajak mereka menerima, berdamai, dan beradaptasi dengan kondisinya untuk menentukan ke depan.

Selain itu, pendampingan paliatif yang diberikan juga terkait dengan bagaimana mencari pendampingan untuk pasien. Dari tetangga atau keluarga besar dikumpulkan, lalu dibuatkan jadwal untuk merawat atau melakukan apa pun yang bisa mereka bantu.

“Intinya, keberadaan Lotus Care siap menerima konsultasi sekaligus memberikan perawatan kepada pasien. Perawat yang kami miliki cukup berpengalaman dalam bidang kesehatan. Dan perawat-perawat tersebut akan datang memberikan perawatan dan pendampingan kepada pasien maupun keluarga pasien,” pungkasnya. (Fin)

.

Pin It on Pinterest

Read previous post:
PENYERAHAN SUMBANGAN PEMBACA ‘KR’ DI PANDEGLANG – 350 Perahu Nelayan Tanjungsari Rusak

TSUNAMI di Pandeglang Banten pada Sabtu malam 22 Desember tahun lalu bukan hanya menimbulkan korban jiwa dan kerusakan ratusan bangunan,

Close