Korem 072/Pamungkas Gelar Simulasi Pengamanan Pemilu

Massa unjuk rasa Pemilu melakukan aksi saling dorong dengan aparat keamanan dalam simulasi pengamanan Pemilu yang diadakan Korem 072/Pamungkas, di Jalan Ipda Tut Harsono kemarin. (MERAPI-TRI DARMIYATI) 

RATUSAN massa simpatisan pendukung peserta Pemilu menggelar aksi di kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU) Yogyakarta. Massa pendukung Partai Durian itu tidak terima dengan hasil perhitungan suara Pemilu. Aparat kepolisian dibantu TNI turun mencoba melakukan dialog. Tapi massa tetap melakukan unjuk rasa meski sudah dipagar betis aparat keamanan.

“Kami tidak terima perhitungan suara karena hasil survei Partai Durian menang. Kami menuntut bubarkan KPU. Bubarkan KPU. Bubarkan,” teriak massa pengunjuk rasa.

Unjuk rasa semakin memanas karena massa simpatisan bertambah dan terjadi aksi saling dorong. Akhirnya ratusan personel polisi dan TNI diturunkan menghalau massa. Kendaraan taktis juga dikerahkan. Tembakan gas air mata dilayangkan. Massa terpecah dan mundur perlahan. Unjuk rasa yang rusuh pun berhasil diredam.

Ya ketegangan antara massa pengunjuk rasa dan aparat hukum itu adalah simulasi pengamanan Pemilu 2019 yang diadakan Korem 072/Pamungkas. Aksi tersebut diadakan untuk kesiapan TNI dalam membantu Polri untuk pengamanan Pemilu 2019. Semua prajurit TNI diminta meningkatkan soliditas dan sinergitas TNI-Polri untuk mendukung Pemilu 2019 yang aman dan tertib.

“Kegiatan ini menunjukkan kesiapan TNI dalam membantu tugas pengamanan Polri. Menjaga kekompakan, soliditas dan sinergitas TNI-Polri. Melalui kegitan ini memberikan gambaran dan skenario penanganan yang lebih lengkap,” kata Komandan Korem 072/Pamungkas Brigjend TNI Muhammad Zamroni usai simulasi pengamanan pemilu di depaan Rumah Dinas Walikota Yogyakarta, Minggu (10/2) pagi.

Pihaknya meminta para tokoh politik menjaga kesatuan dan persatuan. Terkait kerawanan jelang Pemilu di DIY dia menyatakan ada banyak hal yang perlu diantisipasi. Salah satunya kampanye konvoi kendaraan bermotor dengan knalpot blombongan harus dikurangi. Kejadian gesekan antar kelompok di Yogyakarta beberapa waktu lalu dinilainya harus menjadi pembelajaran masyarakat.

Sementara itu Wakapolda DIY, Brigjen Pol Bimo Anggoro Seno menyebut menyiapkan sekitar 10.000 personel untuk keamanan Pemilu. Jumlah personel yang diterjunkan tergantung pentahapan Pemilu. Petugas akan ditempatkan di titik-titik rawan seperti tempat bertemu dua kelompok massa pendukung. Namun titik rawan akan mempertimbangkan analisis kelompok yang berpotensi bertemu karena menurutnya ekskalasi kampanye berbeda-beda. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
100 Mitra Pengemudi GrabBike Yogya Dibekali Pelatihan Keselamatan Berkendara

YOGYA (MERAPI) - GrabBike memberikan pelatihan bagi 100 mitra pengemudi terpilihdi Yogyakarta, Sabtu (9/2). Mitra pengemudi diberikan bekal untuk menjaga

Close