Air Tersedot Kali Kuning Dipicu Fenomana Alam

MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI Lubang besar yang muncul di Kali Kuning jadi tontonan warga.
MERAPI-ATIEK WIDYASTUTI/Lubang besar yang muncul di Kali Kuning jadi tontonan warga.

SLEMAN (MERAPI – Sebuah lubang cukup besar berukuran sekitar 4 x 3 meter muncul di tengah aliran Sungai Kuning di Dusun Sambirejo, Selomartani, Kalasan, Sleman. Kemunculan lubang di aliran sungai berhulu Gunung Merapi itu menjadi heboh karena viral media sosial. Apalagi, dalam video berdurasi sekitar satu menit lebih itu, nampak air tersedot ke dasar sungai.
Aliran air tidak mengikuti aliran sungai. Melainkan tersedot menuju sebuah lubang cukup besar yang berada tepat di tengah sungai.
Kepala Desa Selomartani Kalasan, Nur Widayati kepada wartawan, Minggu (10/2) mengatakan, peristiwa tersebut diduga karena faktor alam. Derasnya aliran sungai disertai material pasir dari wilayah hulu menggerus dasar sungai dan membentuk lubang yang tepat berada di sisi utara bendungan air.

Berdasarkan penelusuran Merapi, kondisi itu terjadi Jumat (8/2) sekitar pukul 11.00 WIB. Kejadian itu langsung dilaporkan ke Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman dan ditangani oleh Dinas Pekerjaan Umum, Perumahan dan Kawasan Pemukiman (DPUPKP).
“Penyebabnya karena aliran arus sungai yang deras. Air yang seharusnya lewat atas tanggul tapi lewat bawah. Bahasa Jawanya ngesong gitu,” ujar Nur Widayati.
Dikatakan, kejadian serupa ternyata pernah terjadi dua bulan yang lalu. Waktu itu sudah ditanggulangi dengan memasang terpal di atasnya. Namun sekarang sudah jebol lagi. Jika tidak segera ditangani, menurut Kades Selomartani, akan membahayakan konstruksi jembatan.
Tim dari DPUPKP Sleman juga terpantau sudah melakukan penanganan, Minggu (10/2).

Setidaknya ada dua alat berat yang melakukan pengerukan untuk selanjutnya upaya perbaikan sedimen.
Kepala Bidang (Kabid) Bina Marga DPUPKP Sleman Akhmad Subhan menjelaskan, peristiwa itu diduga dipicu faktor alam. Derasnya aliran air disertai material pasir dari wilayah hulu menggerus dasar sungai menjadi sebuah lubang yang tepat berada di sisi utara bendungan air. Lubang berukuran diameter sekitar 4×3 meter dengan kedalaman sekitar 2 meter.
“Diduga faktor cuaca, hujan aliran air deras dan membawa pasir. Air itu menggerus dasar sungai karena bendungan tertutup, air mencari jalan sendiri untuk mengalir ke bawah,” jelasnya. (Awh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SIARKAN PIALA DUNIA TANPA IZIN- PT ISM Gugat Empat Hotel di Jateng-DIY

YOGYA (MERAPI) - Penggugat PT Inter Sport Marketing (ISM) sebagai satu-satunya pemegang lisensi Media Right 2014 Fifa World Cup Brazil

Close