SIARKAN PIALA DUNIA TANPA IZIN- PT ISM Gugat Empat Hotel di Jateng-DIY


Kuasa hukum para penggugat saat memberikan keterangan pers kepada wartawan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kuasa hukum para penggugat saat memberikan keterangan pers. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

YOGYA (MERAPI) – Penggugat PT Inter Sport Marketing (ISM) sebagai satu-satunya pemegang lisensi Media Right 2014 Fifa World Cup Brazil (Piala Dunia Brazil 2014) dari FIFA akhirnya mengajukan gugatan perbuatan melawan hukum dan ganti rugi yang dilakukan empat hotel di Jateng dan DIY yakni PT Tri Sekar Lestari pengelola Dermaga Hotel Wirobrajan Yogyakarta, CV Multi pengelola UNY Hotel di Sleman, PT Wijaya Karya Mandiri pengelola Ameera Boutique Hotel di Gedongtengen Yogyakarta dan PT Setia Abadi Sentosa pengelola Grand Tjokro Yogyakarta di Sleman Yogyakarta ke Pengadilan Niaga Semarang.

“Kami telah mengajukan gugatan terhadap empat hotel berbintang ke Pengadilan Niaga Semarang. Gugatan kami ajukan karena hotel-hotel tersebut di area komersiil telah memanfaatkan dan menayangkan siaran Piala Dunia Brazil 2014 di hotel-hotel tanpa izin dari klien kami PT ISM atau PT Nonbar yang telah ditunjuk PT ISM. Dan menurut UU Hak Cipta dan Kekayaan Intelektual No 28 Tahun 2014 hal ini dapat diduga sebagai pelanggaran hak cipta,” ujar tim kuasa hukum, Wahyu Priyanka Nata Permana SH MH, Boturani Adikasih SH, Avisena Dyatmaka SH, MKn, Kurnia Budi Nugroho SH, Rizky Ramadhan Baried SH dan Deslaely Putranti SH MH kepada wartawan, Minggu (10/2).

Lebih lanjut Wahyu Priyanka menambahkan, gugatan yang didaftarkan ke kantor kepaniteraan Pengadilan Niaga Semarang sudah teregister. Sebelumnya PT Nonbar yang telah ditunjuk PT ISM melalui penasihat hukum telah beberapa kali melayangkan somasi terhadap para tergugat. Namun selama tiga tahun gelaran Piala Dunia selesai belum ada keinginan dan inisiatif dari pihak hotel untuk menyelesaikan secara musyawarah atau kekeluargaan.

Sehingga sebagai bentuk perlindungan hukum atas hak yang diterima PT ISM dari FIFA maka penggugat mengajukan gugatan tersebut. Adapun nilai kerugian yang diajukan baik materiil maupun immateriil sebesar Rp 1,026 miliar. Hal itu mengingat PT ISM telah membayar lisensi terhadap FIFA sebesar U$ 54.000.000.000.
“Meski gugatan telah diajukan tetapi tidak menutup kemungkinan bagi tergugat untuk dilakukan perdamaian,” lanjut Wahyu Priyanka menegaskan.

Seperti yang dilakukan PT Wijaya Karya Mandiri sebagai pengelola Ameera Boutique Hotel meski sidang telah berjalan tetapi sepakat untuk menyelesaikan masalah hukum sebelum putusan pengadilan. Hal itu berlaku pula terhadap pihak-pihak lain yang saat ini masih dalam tahap penyelesaian secara non litigasi diharapkan juga melakukan perdamaian.Tetapi bila tidak PT ISM akan mengajukan gugatan terhadap pihak lain ke Pengadilan Niaga Semarang maupun Pengadilan Niaga Surabaya. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Kecil-kecil Mahir Nyolong

KECIL-KECIL sudah pandai mencuri,kalau besar mau jadi apa ? Begitu kira-kira pertanyaan yang patut diajukan terkait kasus curanmor yang melibatkan

Close