MANTAN KARYAWAN BOBOL GUDANG-Sakit Hati, Curi Merica Senilai Rp 75 Juta

MERAPI-SAMENTO SIHONO Tersangka beserta barang bukti saat digelandang ke Polsek Depok Timur
MERAPI-SAMENTO SIHONO/Tersangka beserta barang bukti saat digelandang ke Polsek Depok Timur

DEPOK (MERAPI)- Sakit hati lantaran bekerja lembur tak diberi tambahan uang, TS (30) dan VS (25) keduanya warga Salakan, Nogotirto, Gamping, Sleman nekat mencuri 10 kardus merica di bekas tempat kerjanya, gudang distributor merica ‘Ladaku’ di Jalan Anggrek, Sambilegi, Maguwoharjo, Depok, Sleman. Setelah kabur beberapa hari, keduanya dibekuk polisi dan sudah ditahan, Kamis (7/2).
Akibat peristiwa itu, pihak perusahaan mengalami kerugian hingga Rp 75 juta.
Kapolsek Depok Timur Kompol Paridal kepada wartawan kemarin mengatakan, aksi pencurian tersebut dilakukan tersangka pertengahan Januari lalu. Tersangka sebelumnya bekerja kantor distributor merica itu, sebelum akhirnya keluar.

“Keduanya keluar kerja pada Desember silam. Mereka berdalih karena sakit hati dengan sistem kerja di bekas kantornya, makanya keduanya sepakat untuk mencuri,” ujar Paridal.
Dijelaskan, aksi pencurian itu dilakukan tersangka dengan cara masuk ke kantor melalui jendela yang ditutup plastik. Karena sudah hafal lokasi kantor, keduanya lantas menggasak 10 kardus berisi mrica, selanjutnya tersangka meninggalkan lokasi.
Setelah mendapatkan barang yang diinginkan, tersangka lantas menjual merica tersebut dengan harga Rp 450 ribu setiap kardus. Pencurian itu dilakukan dua kali, tersangka datang menggunakan mobil Toyota Kijang AB 1328 Z.
Aksi pencurian tersebut diketahui setelah salah satu karyawan curiga karena tumpukan karton berisi merica ada yang berubah. Setelah diaudit, ternyata jumlah karton berisi merica banyak yang berkurang jumlahnya.

Pengelola gudang lantas melaporkan kasus tersebut ke Polsek Depok Timur guna penyelidikan. Hasilnya kecurigaan mengarah terhadap kedua tersangka. Selanjutnya tersangka ditangkap di rumah masing-masing.
“Tersangka kami amankan di rumah masing-masing. Sedangkan merica curian sudah dijual eceran ke pasar,” katanya.
Panit Reskrim Polsek Depok Timur Ipda Bambang Widyatmoko menambahkan, dari hasil audit pihak distributor merica, ternyata ada sekitar 168 karton merica telah raib. Namun pencurian itu diduga dilakukan oleh orang lain.
“Korban mengalami kerugian mencapai Rp 75 juta. kedua tersangka melakukan pencurian karena sakit hati,” tandasnya.

Bambang menambahkan dari hasil pemeriksaan tersangka TS ini merupakan residivis kasus pengeroyokan dan pernah masuk ke Lapas Sleman. Kini tersangka kembali harus mendekam di sel tahanan Polsek Depok Timur.
“Tersangka kita jerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan ancaman hukuman 5 tahun kuringan penjara,” jelasnya.
Sementara itu tersangka TS mengaku nekat mencuri lantaran selama bekerja, uang makan hanya diberi Rp 5.000 per hari. Padahal selama kerja sering lembur, mereka juga tidak pernah diberi uang lembur.
“Uang hasil penjualan merica kita bagi dua, uang saya gunakan untuk kebutuhan hidup dan sudah habis,” pungkasnya (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pelebaran Jalan Cinomati Dianggarkan Rp 64 M

BANTUL (MERAPI) - Pemerintah Kabupaten Bantul menganggarkan Rp 64 miliar untuk pelebaran tiga ruas Jalan Cinomati, jalur yang menghubungkan wilayah

Close