Sebar Foto Bugil untuk Peras Pacar

MAGELANG (MERAPI)- Seorang pemuda pengangguran, AP (21) warga Desa Treko, Mungkid, Magelang dibekuk polisi setelah menyebarkan video bugil pacarnya, AS (17) warga Tegalrejo, Kabupaten Magelang, Rabu (6/2) malam. Pelaku mengancam menyebarkan ke media sosial foto dan video itu jika korban tak memberikan sejumlah uang.
Kapolres Magelang AKBP Yudianto Adhi Nugroho kepada wartawan, Kamis (7/2) menjelaskan, awalnya korban dan pelaku berkenalan melalui jejaring media sosial Facebook pada Jumat (25/1) lalu.
Menurut dia, antara korban dan tersangka tidak saling kenal sebelumnya dan belum bertemu. Mereka berkomunkasi hanya melalui Facebook Messenger.

“Korban sudah terperdaya, kemudian mengirimkan foto dan video bugilnya kepada tersangka. Tersangka menggunakan identitas palsu dalam akun medsosnya. Antara korban dan pelaku menjadi hubungan pacar,” katanya seperti dilansir Antara.
Ia menjelaskan, tersangka menyimpan foto dan video korban. Selang beberapa hari kemudian, dia menyebarkan foto bugil korban ke beberapa teman korban.
Tersangka kemudian mengancam korban agar mengirim sejumlah uang. Jika tidak dipenuhi, video bugil korban akan diaplod ke media sosial. Selanjutnya, korban pun mentransfer sejumlah uang kepada tersangka atas nama rekening tersangka.
“Meski uang sudah ditransfer, tersangka tetap menyebarkan video bugil korban,” katanya.

Yudianto mengatakan, bahwa kasus ini terungkap karena korban yang merasa terancam kemudian melaporkan ke Polsek Tegalrejo. Polisi yang mendapatkan laporan tersebut lantas menerjunkan tim Resmob untuk mengejar pelaku. Tersangka diamankan oleh polisi saat di jalan wilayah Mungkid, Rabu (6/2) sekitar pukul 23.00 WIB.
Tersangka langsung dibawa ke Mako Polres Magelang untuk pemeriksaan lebih lanjut. Dalam penangkapan tersebut, turut diamankan satu buah buku tabungan dan kartu ATM atas nama tersangka serta sebuah telepon seluler.

Menurut dia, tersangka dikenai Pasal 45 Ayat (4) UU RI Nomor 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU Nomor 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektornik atau Pasal 45 B UU RI Nomor 19/2016.
“Dengan ancaman hukuman pidana penjara paling lama 4 tahun dan atau denda paling banyak Rp 750 juta. Saat ini tersangka kami tahan untuk pemeriksaan lebih lanjut. Karena berdasarkan hasil pemeriksaan awal, tersangka sudah melakukan perbuatan yang sama kepada tiga orang berbeda,” katanya.(*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Prospek Cerah Telur Gurami

POTENSI usaha produksi telur gurami memiliki prospek cerah. Itu karena ketersedian gurami sempat menurun drastis pada tahun 2017. Konsisi itu

Close