AKAN DIKIRIM KE KLATEN- Penimbunan 12.000 Liter Solar Dibongkar


Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penimbunan solar. (Merapi-Wahyu Imam Ibadi)
Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi saat menunjukkan tersangka dan barang bukti kasus penimbunan solar. (Merapi-Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI)- AT (37) warga Bororejo, Jagalan, Jebres, Kota Solo ditetapkan sebagai tersangka kasus penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar sebanyak 12 ribu liter di sebuah gudang di jalan raya Songgorunggi – Jatipuro Dukuh Kragilan RT 1 RW 6 Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter. Polres Sukoharjo masih mengembangkan kasus tersebut, berkaitan kemungkinan adanya sindikat atau jaringan yang terlibat.

Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi, Kamis (7/2) mengatakan, pengungkapan kasus penimbunan BBM jenis solar bermula pada Jumat (1/2) sekitar pukul 20.30 WIB saat anggota Polsek Nguter melakukan patroli keliling mendapatkan informasi dari masyarakat yang mengabarkan sebuah kejadian mencurigakan di dalam gudang kosong berisi banyak truk berukuran besar dengan bak tertutup. Informasi tersebut kemudian ditindaklanjuti oleh petugas Polsek Nguter dengan meneruskannya ke Polres Sukoharjo.

Pengecekan bersama akhirnya dilakukan oleh petugas Polsek Nguter, Satuan Reskrim dan Satuan Sabhara Polres Sukoharjo dengan mendatangi lokasi gudang yang diinformasikan masyarakat. Saat dicek diketahui di dalam gudang terdapat enam unit truk di dalam baknya terdapat tangki berisi BBM jenis solar bersubsidi.
Truk tersebut telah dimodifikasi sedemikian rupa untuk menampung BBM jenis solar. Truk bak terbuka yang sudah dipasangi tangki berukuran besar sengaja dibuat tertutup sehingga menimbulkan kecurigaan saat membeli BBM jenis solar di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU).

Armada kendaraan berupa truk yang telah dimodifikasi disewa oleh tersangka AT dari pemilik Yudi asal Semarang dengan biaya Rp 3 juta. Tersangka juga menyewa gudang di Kragilan, Kedungwinong, Nguter sebagai tempat melakukan penimbunan solar. Temuan truk dan BBM jenis solar di dalam gudang membuat petugas dan masyarakat yang sebelumnya curiga kaget. Saat dilakukan penggeledahan diketahui total ada 12 ribu liter solar.

Tersangka AT dalam melakukan aksi kejahatannya dengan cara menyuruh para sopir truk yang telah dimodifikasi untuk membeli BBM jenis solar di sejumlah SPBU di wilayah Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri. Dalam sekali pembelian para sopir suruhan AT mampu menampung sekitar 50 liter BBM jenis solar. Selanjutnya solar dibawa ke gudang untuk ditimbun dan sopir truk kembali ke SPBU untuk melakukan pembelian solar lagi.

Para sopir truk suruhan tersangka AT membeli BBM jenis solar di SPBU seharga Rp 5.300 perliter dan dijual kembali Rp 5.700 perliter. Tersangka dengan cara tersebut akan mendapatkan keuntungan sebesar Rp 400 perliter. BBM jenis solar hasil kejahatan tersangka AT rencananya akan dijual ke proyek penggalian tambang atau galian C di wilayah Kabupaten Klaten. Namun sebelum berhasil dijual tersangka sudah berhasil ditangkap petugas. Semua barang bukti berupa truk dan solar diamankan Polres Sukoharjo.

“Tersangka langsung berhasil diamankam petugas Polres Sukoharjo karena pada saat penggerebekan gudang penimbunan BBM jenis solar tersangka ada ditempat,” ujarnya. Tersangka AT dijerat dengan UU No 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas dengan ancaman hukuman enam tahun dan denda paling tinggi Rp 60 miliar. Setelah menetapkan AT menjadi tersangka, penyidik masih melakukan pengembangan terkait kemungkinan adanya sindikat yang terlibat.

Tersangka sendiri mengaku baru satu minggu beroperasi di Sukoharjo dengan menyewa gudang di Kedungwinong tersebut selama dua tahun. AT mengaku sebelumnya pernah beroperasi di Kota Solo namun berhenti karena harga tidak sesuai yang diharapkan. AT mengaku bekerja sendiri tanpa ada orang lain yang ikut terlibat dalam kasus tersebut.

Sebelumnya, Kepala Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter Miyadi, Sabtu (2/2) mengatakan, kronologis penggerebekan terjadi pada Jumat (1/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu Miyadi mengaku dihubungi aparat keamanan untuk datang ke sebuah bangunan gudang di Dukuh Kragilan RT 1 RW 6 Desa Kedung Winong, Kecamatan Nguter sebagai perwakilan desa untuk melihat proses penggerebekan.

Saat datang Miyadi melihat kondisi bangunan gudang sudah banyak aparat keamanan dari beberapa orang. Selang tidak lama kemudian petugas langsung menggerebek tempat tersebut dan mendapati sejumlah pekerja dan barang bukti berupa truk tangki yang didalamnya berisi BBM jenis solar.
Petugas kemudian menyegel bangunanan gudang menggunakan Police Line di bagian depan bangunan gudang. Selain itu petugas juga mengamankan beberapa orang pekerja di lokasi untuk dimintai keterangan petugas.

Saat penggerebekan tersebut diketahui pengakuan dari keterangan orang pekerja gudang saat dimintai keterangan petugas sudah menyimpan total 12 ribu liter BBM jenis solar. Semua BBM tersebut sekarang masih tersimpan utuh di dalam truk tangki di gudang.

“Warga sekitar curiga dengan orang dan aktifitas di dalam bangunan gudang di Kragilan. Kecurigaan karena orang orang disana asing maksudnya berasal dari luar daerah dan bukan warga sekitar. Kecurigaan berikutnya karena armada yang digunakan berupa truk yang di dalamnya ada tangki berisi BBM jenis solar berasal dari luar daerah dilihat dari plat atau nomor polisi kendaraan. Kecurigaan ketiga karena semua aktifitas dilakukan pada malam hari saat warga sedang beristirahat,” ujarnya. (Mam)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Antiklimaks Kasus Perkosaan

SEPERTI sudah diduga sejumlah pihak, kasus dugaaan pelecehan seksual atau perkosaan yang melibatkan mahasiswa UGM berakhir antiklimaks. Pelaku dan penyintas

Close