Suara Knalpot Blombongan Bikin Resah, Massa Kampanye Dibacok

MERAPI-NOOR RIZKA Dua pelaku penganiayaan massa kampanye diamankan ke Mapolresta Yogya.
MERAPI-NOOR RIZKA/Dua pelaku penganiayaan massa kampanye diamankan ke Mapolresta Yogya.

YOGYA (MERAPI) – Keresahan warga Yogya akan suara bising knalpot blombongan yang digunakan massa kampanye untuk konvoi memicu kemarahan sebagian warga. Di Umbulharjo, kejengkelan warga berujung pembacokan. Kedua pelaku, yakni kakak beradik Pa (16) dan Ju (34) warga Umbulharjo Yogya akhirnya ditangkap polisi, Rabu (6/2).
Hingga kini, kedua tersangka mendekam di tahanan Polresta Yogya untuk mempertanggungjawabkan perbuatannya.
Kasat Reskrim Polresta Yogya Kompol Sutikno kepada wartawan, kemarin menjelaskan, penganiayaan berawal saat kedua tersangka sedang nongkrong di dekat rumahnya pada akhir Januari lalu. Kemudian, rombongan peserta kampanye melintas menggunakan motor blombongan sambil menggeber-geberkan knalpotnya. Melihat hal itu, kedua tersangka merasa terganggu dan marah. Selanjutnya, kedua tersangka bergegas pulang ke rumah untuk mengambil senjata tajam dan air gun guna membikin perhitungan.

“Kedua tersangka merasa terganggu dengan suara bising knalpot blombongan, lalu pulang ke rumah mengambil clurit dan air gun,” kata Sutikno.
Setelah membawa senjata, tambahnya, kedua pelaku langsung menghadang simpatisan kampanye. Kebetulan, posisi kedua korban, yakni Vrf (22) dan Eh (38) berada di akhir rombongan, sehingga menjadi sasaran penganiayaan tersangka.
“Pa membacok korban menggunakan clurit, sedangkan tersangka JU menembaki korban menggunakan air gun,” papar Sutikno.
Pasca kejadian, polisi langsung melakukan penyelidikan. Berdasarkan keterangan saksi, identitas pelaku mengarah kepada kedua tersangka. Tak lama kemudian, Pa dan Ju berhasil diringkus polisi.

Keduanya ditangkap di rumahnya, tanpa perlawanan. Setelah diperiksa intensif, polisi menetapkan keduanya jadi tersangka dan menahan mereka.
Menurut Sutikno, saat ini polisi belum menemukan sajam dan air gun yang digunakan tersangka untuk melukai korban.
“Menurut pengakuan tersangka, clurit dan air gun langsung dibuang usai kejadian. Saat ini masih kami cari,” tambah Kasat Reskrim.
Akibat perbuatannya, kedua tersangka dijerat Pasal pasal 170 KUHP tentang penganiayaan dengan ancaman hukuman 5 tahun 6 bulan. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Teror Bakar Kendaraan

KALAU di Yogya ada klitih, di Semarang ada teror bakar kendaraan. Ini fenomena baru di Semarang. Setidaknya ada tujuh kasus

Close