TAK TERBUKTI LAKUKAN PENCEMARAN NAMA BAIK- Ecky Lamoh Divonis Bebas Murni


Terdakwa Ecky Lamoh (dua dari kiri) bersama penasihat hukum serta keluarganya usai sidang putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa Ecky Lamoh (dua dari kiri) bersama penasihat hukum serta keluarganya usai sidang putusan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Mantan vokalis Edane, Alexander Theodore Lamoh atau Ecky Lamoh (57), warga Perum Trimulyo Blok III Jetis Bantul akhirnya divonis bebas murni oleh majelis hakim yang diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (6/2). Terdakwa dinyatakan tak terbukti bersalah melakukan pencemaran nama baik dengan menuduh kakak iparnya Hadi Sutoyo sebagai tersangka dengan memposting ke akun facebook miliknya.

“Kami senang akhirnya klien kami dibebaskan. Selain itu dalam putusannya majelis hakim meminta agar nama baik terdakwa juga direhabilitasi,” ujar Yogi Zul Fadli SH, penasihat hukum terdakwa kepada wartawan usai sidang. Dalam amar putusan majelis hakim terungkap, semula terdakwa pada 2013 melaporkan kakak iparnya Hadi Sutoyo dan istrinya Dana Christina ke Polres Bantul atas dugaan penipuan dan penggelapan sertifikat tanah.

Tetapi setelah 2 tahun terdakwa melaporkan perkaranya merasa laporannya mengendap di Polres Bantul. Dengan begitu timbul niat terdakwa untuk membuat atau menyebarkan informasi melalui akun facebook milik terdakwa tentang laporan agar diketahui publik maupun oleh pimpinan Kepolisian Republik Indonesia.
Kemudian pada 22 September 2015 di depan Kantor DPRD Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta, terdakwa membuat dan memposting status di halaman facebook dengan account Ev Alex Lamoh yang kemudian diubah menjadi Ecky Lamoh.

Saat bmembuat postingan status di facebook tersebut terdakwa menyebutkan status hukum saksi Hadi Sutoyo sebagai tersangka penipuan dan penggelapan sertifikat. Sedangkan pada waktu itu perkara yang dilaporkan terdakwa di Polres Bantul tersebut masih dalam proses penyidikan dan belum ditetapkan tersangkanya.

Terdakwa sendiri dengan sengaja memposting status saksi Hadi Sutoyo sebagai tersangka. Padahal terdakwa tidak memiliki kewenangan atau hak untuk mempublikasikan status hukum seseorang dengan menyatakan yang bersangkutan sebagai tersangka.

Sehingga status di dinding facebook yang diposting terdakwa tersebut bersifat publik sehingga dapat diakses oleh setiap orang pengguna facebook. Pada 2 Oktober 2015 bertempat di rumah saksi korban Hadi Sutoyo baru mengetahui status yang diposting terdakwa lalu melaporkan ke Polda DIY. Tetapi majelis hakim berkeyakinan perbuatan terdakwa tak terbukti melakukan pencemaran nama baik sesuai pasal 27 ayat (3) UU No 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik sebagaimana diubah dengan UU No 19 Tahun 2016 tentang Perubahan UU No 11 tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektonik sehingga dibebaskan. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-ISTIMEWA Andika Pandu Puragabaya
SIAP BERJUANG DI SENAYAN Andika Pandu Beri Keberpihakkan Anak-Ibu Hamil

UNTUK kesekian kalinya, anggota Komisi I DPR RI fraksi Gerindra, Andika Pandu Puragabaya,yang  juga siap mencalonkan kembali untuk kali kedua

Close