Bawaslu Sleman Rekrut Ribuan Pengawas TPS

SLEMAN (MERAPI) – Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Sleman akan merekrut ribuan pengawas Tempat Pemungutan Suara (TPS) Pemilu 2019. Setidaknya lebih dari 3.000 pengawas yang dibutuhkan Bawaslu.
Proses pendaftaran Pengawas TPS akan dibuka 11 – 21 Februari 2019 di seluruh sekretariat Panitia Pengawas Pemilu Kecamatan (Panwascam) se-Kabupaten Sleman. Proses rekrutmen dan pemilihan Pengawas TPS terpilih sepenuhnya menjadi kewenangan Panwascam.

Hal itu diungkapkan Koordinator Divisi Organisasi dan SDM Bawaslu Kabupaten Sleman, Vici Herawati, Selasa (5/2). Selain akan menjalani tahapan seleksi administrasi, para pendafar Pengawas TPS juga akan menjalani tahapan wawancara oleh Kelompok Kerja (Pokja) Pembentukan Pengawas TPS di masing-masing kecamatan.

“Keberadaan dan peran Pengawas TPS ini guna mewujudkan Pemilu yang benar-benar luber dan jurdil dan hasil Pemilu yang dapat dipercaya dan dipertanggungjawabkan kepada para pemilih,” ujarnya.

Vici mengatakan, saat pemungutan suara mendatang, di Sleman terdapat 3.391 TPS yang perlu diawasi oleh Pengawas TPS. Jumlah ini masih dimungkinkan berubah karena adanya rencana pembentukan TPS untuk Lembaga Pemasyarakatan dan rumah sakit. Nantinya, setiap TPS diawasi oleh satu orang Pengawas TPS.
Setelah dilantik, seluruh Pengawas TPS akan mendapatkan materi pembekalan dari Panwascam dengan didampingi Bawaslu Kabupaten agar mereka benar-benar paham terhadap tugas dan kewajiban yang akan dilakukan pada hari H pemungutan suara nantinya.

“Karena suara rakyat dalam Pemilu tentu menjadi hal yang penting untuk dijaga kerahasiaannya agar tidak disalahgunakan oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab,” ujar Vici.

Rekrutmen pengawas TPS ini menurut Ketua Bawaslu Sleman Karim Mustofa sesuai amanat UU Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Dalam UU dijelaskan, ada lima tugas pokok yang akan dijalankan Pengawas TPS pada hari H pemungutan suara 17 April 2019 mendatang.

“Mulai dari mengawasi persiapan pemungutan suara, pelaksanaan pemungutan suara, persiapan penghitungan suara, pelaksanaan penghitungan suara dan pergerakan hasil penghitungan suara dari TPS ke PPS,” urainya. (Awh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
Berakhir Damai, Terduga Pemerkosa Mahasiswi UGM Minta Maaf

YOGYA (MERAPI)-Kasus dugaan perkosaan mahasiswi Universitas Gadjah Mada (UGM), AN oleh temannya, HS saat mereka KKN di Maluku berakhir damai.

Close