Dishub Kota Yogya Kaji Jalan Tunjung Dibuat Searah

Jembatan Lempuyangan kini bersih dari pot taman yang telah dibongkar untuk mengurangi beban statis jembatan. (MERAPI-TRI DARMIYATI )
Jembatan Lempuyangan kini bersih dari pot taman yang telah dibongkar untuk mengurangi beban statis jembatan. (MERAPI-TRI DARMIYATI )

GONDOKUSUMAN (MERAPI) – Arus lalu lintas kendaraan di Jalan Tunjung Yogyakarta yang kini dua arah tengah dikaji menjadi satu arah menuju timur. Perubahan arus di Jalan Tunjung itu untuk mengurangi volume lalu lintas di Jalan Dr Sutomo dan beban statis kendaraan di Jembatan Lempuyangan.

“Kami sedang lakukan kajian perubahan arus lalu lintas di Jalan Tunjung menjadi satu arah ke timur,” kata Kepala Bidang Lalu Lintas, Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Muhammad Zandaru Budi, Selasa (5/2).

Arus lalu lintas searah di Jalan Tunjung, rencananya dari simpang tiga Tunjung di selatan Jembatan Lempuyangan ke timur sampai di selatan Jalan Pengok Kidul. Tepatnya hingga di simpang empat timur jembatan Tunjung. Dengan arus lalu lintas satu arah ke timur, lanjutnya, bisa mengurangi arus kendaraan yang masuk di Jalan Dr Sutomo.

Dia menyatakan rekayasa lalu lintas dengan arus searah di Jalan Tunjung itu adalah salah satu upaya untuk mengurangi visi rasio kendaraan di Jalan Dr Sutomo. Visi rasio adalah perbandingan volume kendaraan yang melintas dengan kapasitas suatu jalan. Dia mengakui visi rasio di Jalan Dr Sutomo sudah mendekati angka 1, sehingga volume lalu lintas masuk kategori sangat padat.

“Memang sudah sangat padat. Makanya dengan rekayasa lalu lintas harapan kami bisa mengurangi visi rasio di Jalan Sutomo menjadi di angka 0,7, sehingga bisa berjalan lancar,” paparnya.

Di samping itu rencana satu arah di Jalan Tunjung untuk mengurangi beban statis kendaarang yang antre melintas di Jembatan Lempuyangan. Menurutnya beban statis kendaraan di atas Jembatan Lempuyangan bisa membahayakan konstruksi jembatan. Mengingat jembatan bukan diperuntukan untuk beban statis.

“Memang bisa membahayakan konstruksi jembatan, walaupun saya yakin dari sisi hitungan ada angka keamanan yang cukup, sehingga tidak akan roboh. Tapi dari sisi kenyamanan pengendara lalu lintas di atas jembatan yang berlama-lama tentu akah khawatir juga,” terang Ndaru.

Rekayasa lalu lintas menjadi satu arah itu juga terkait rencana penutupan perlintasan sebidang kereta api di bawah Jembatan Lempuyangan. Namun dia menyebut sampai kini belum ada kejelasan waktu penutupan perlintasan sebidang Lempuyangan dari Kementerian Perhubungan. Dia menyampaikan rekayasa lalu lntas di kawasan Lempuyangan juga dikaitkan dengan rencana pengembangan kawasan Stasiun Lempuyangan dan pengembangan kawasan Pertamina di timur jembatan. (Tri)

Read previous post:
Pesona Kebun Teh di Bukit Menoreh

HIJAU, sejuk dan asri itulah yang akan kita rasakan saat tiba di perbukitan Menoreh di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan

Close