PAMERAN DI GEDUNG JOGJA GALERY – Yusman Tampilkan Patung Pangeran Diponegoro Versi Beda

MERAPI-TEGUH Yusman bersama karyanya Pangeran Diponegoro di depan Gedung Jogja Gelery.
MERAPI-TEGUH Yusman bersama karyanya Pangeran Diponegoro di depan Gedung Jogja Gelery.

PATUNG Pangeran Diponegoro di depan Gedung Jogja Galery, sengaja dipasang di luar ruang pameran. Pameran bertajuk Pameran Sastra Rupa Gambar Babad Diponegoro ini sendiri berlangsung 1-24 Februari. Patung karya Yusman Pematung enam Presiden ini, boleh jadi sebagai ikon pameran karena mengambil ruang terbuka dan strategis. Bahkan sebelum pameran dibuka untuk umum, banyak pengunjung yang melakukan swa foto sesion di bawah patung setinggi 3,6 meter ini.

“Saya sebagai peserta tamu yang diundang dan satu-satunya karya patung yang ikut dipamerkan dalam kesempatan pameran ini,” tutur Yusman ketika ditemui Merapi.

Dijelaskan Yusman, patung yang berjudul Pangeran Diponegoro ini diselesaikan selama tiga bulan pengerjaan. Bahkan menurut pematung yang peduli dengan sejarah perjuangan bangsa ini, pengerjaan patung ini memang sengaja didedikasikan untuk pemeran ini yang juga terkait dengan perhelatan Jogja Heboh 2019.

Ada hal yang selama ini menjadi mesteri dan tidak terpecahkan terkait dengan banyak patung atau monumen Pangeran Diponegoro. Hampir sebagian besar patung Pangeran Diponegoro yang ada, dalam berbagai versi dan gaya selalu dalam posisi mulut tertutup, tersenyum tipis. Bahkan, begitu tandas Yusman, dalam posisi memimpin pertempuran sekali pun bibir sang Pangeran pemimpin pergolakan perang Jawa (1825-1830) ini juga divisualkan dalam mukut tertutup.

“Saya mencoba tafsir lain, ketika memberikan arahan dan menunjukan lokasi sasaran penyerbuan ke markas penjajah, pastinya ada komando yang dilakukan oleh sang Pangeran untuk menggelorakan semangat berjuang para prajuritnya. Dengan logika itu dalam patung saya, mulut Pangeran Diponegoro terbuka, memberi arahan menyerang sasaran tempat penjajah yang akan diserbu,” ucap Yusman.

Sepanjang telaah karya patung menurut Yusman, untuk karya patung monumen seperti ini baru dirinya yang berani membuka mulut Pangeran Diponegoro. Hal ini bukan sekadar beda dari yang lain, tetapi sudah melalui berbagai kajian serta pertimbangan masak-masak terkait dengan posisi mulut terbuka dalam karya patungnya itu.

“Saya lakukan banyak pertimbangan, bahkan diskusi secara mendalam dengan beberapa keturunan tokoh pahlawan dari Goa Selarong ini,” tambah suami Murtri Yuni Arnawati ini.

Sebagai pematung Yusman memiliki semangat untuk mengabadikan nama para pahlawan bangsa ini dalam bentuk patung-patung yang akan dibuatnya secara pribadi. Setelah patung Pangeran Diponegoro, dirinya juga tertarik untuk terus membuat karya lainnya sesuai dengan kemampuannya. Menurut dia, bahkan gamabaran untuk untuk membuat patung pahlawan dari tanah kelahirannya Sumatera Barat, Imam Bonjol sudah ada dalam rancangannya.

“Selama masih diberikan kemampuan untuk berkarya, saya akan terus membuat patung-patung semua pahlawan bangsa ini sesuai dengan kemampuan saya tentunya,” pungkas Yusman. (Teguh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pesona Warungboto, Erwe 3 Ewuh Ora Miguh

UMBULHARJO (MERAPI) - Masyarakat Kampung Wisata Warungboto Umbulharjo Yogyakarta mengadakan Gelar Potensi Pariwisata Pesona Warungboto bertema Erwe 3 Ewuh Ora

Close