Antisipasi Pelanggaran Disiplin, Kegiatan Siswa di Luar Sekolah Diminta Diawasi

SUKOHARJO (MERAPI) – Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo meminta kepada kepala sekolah dan guru untuk membantu pengawasan terhadap siswa khususnya saat di luar sekolah. Hal itu penting mengingat banyaknya temuan siswa berkeliaran baik disaat masih jam sekolah maupun pulang ke sekolah dibeberapa wilayah. Pembinaan dan pemberian sanksi tegas juga akan diberikan apabila ditemukan siswa melakukan pelanggaran kedisiplinan.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno, Kamis (31/1) mengatakan, sangat mendukung langkah dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Sukoharjo dengan melakukan razia terhadap siswa sekolah yang kedapatan nongkrong atau berkeliaran masih menggenakan seragam. Penertiban juga didukung terhadap petugas dengan sasaran siswa yang bolos sekolah. Tindakan tersebut dilakukan sebagai efek jera kepada siswa agar lebih tertib saat melakukan kegiatan di luar sekolah.

Razia yang dilakukan Satpol PP Sukoharjo diharapkan oleh Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo dapat membuat siswa yang terlanjur berbuat salah tidak lagi mengulangi perbuatannya. Sedangkan bagi yang belum maka bisa melakukan pencegahan dini agar tidak terjerumus.

Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo meminta kepada kepala sekolah dan guru untuk melakukan pengawasan terhadap siswa baik di dalam maupun di luar sekolah. Hal itu penting karena siswa perlu mendapatkan pengarahan agar tidak terjurumus pada hal negatif.

“Misal ada sekolah yang memulangkan lebih awal siswa maka kepala sekolah dan guru tetap masih berkewajiban melakukan pengawasan. Jangan nongkrong atau berkeliaran masih mengenakan seragam sekolah apalagi sudah banyak keluhan masyarakat,” ujarnya.

Keluhan yang masuk dari masyarakat tidak sekedar berkeliaran namun juga dikhawatirkan melakukan perbuatan negatif. Salah satunya berkaitan dengan penyalahgunaan minum minuman keras dan narkoba.

“Jangan sampai ada anak anak kita yang terjurum pada hal negatif. Maka selepas pulangpun sekolah masih punya kewajiban pengawasan. Apabila guru melihat siswanya nongkrong masih memakai seragam maka wajib mengingatkan untuk segera pulang,” lanjutnya.

Bentuk pengawasan juga dilakukan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo dengan melibatkan orang tua murid dan masyarakat. Mereka tidak hanya mengarahkan namun juga memberikan pembinaan.

“Antisipasi tetap kami lakukan semisal mencegah jangan sampai banyak siswa nongkrong dan menimbulkan perselisihan antar siswa sampai muncul tawuran. Itu tidak boleh. Siswa harus diarahkan ke hal positif terlebih lagi sekarang menjelang menghadapi Ujian Nasional (UN),” lanjutnya. (Mam)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Pemasangan Ngawur APK Mendesak Distop, Bupati Revisi Aturan Atribut Non Komersil

KARANGANYAR (MERAPI) - Larangan pemasangan alat peraga kampanye (APK) politik di area publik masuk di revisi Perbup Nomor 5 Tahun

Close