Gudang di Kragilan Digrebek, Diduga Jadi Tempat Penimbunan 12 Ribu Liter Solar

Bangunan gudang yang diduga jadi tempat penimbunan BBM jenis solar. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Bangunan gudang yang diduga jadi tempat penimbunan BBM jenis solar. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Sebuah bangunan gudang di Dukuh Kragilan RT 1 RW 6 Desa Kedung Winong, Kecamatan Nguter digrebek aparat keamanan karena diduga menjadi tempat penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar. Ditempat tersebut petugas menemukan sekitar 12 ribu liter solar dalam tangki dan total delapan armada kendaraan berupa truk besar, mobil bak terbuka dan mobil boks. Penggerebekan dilakukan setelah ada informasi dari warga yang curiga atas aktifitas di gudang karena selalu didatangi orang tidak dikenal menggunakan truk saat malam hari.

Kepala Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter Miyadi, Sabtu (2/2) mengatakan, kronologis penggerebekan terjadi pada Jumat (1/2) sekitar pukul 21.30 WIB. Saat itu Miyadi mengaku dihubungi aparat keamanan untuk datang ke sebuah bangunan gudang di Dukuh Kragilan RT 1 RW 6 Desa Kedung Winong, Kecamatan Nguter sebagai perwakilan desa untuk melihat proses penggerebekan.

Saat datang Miyadi melihat kondisi bangunan gudang sudah banyak aparat keamanan dari beberapa orang. Selang tidak lama kemudian petugas langsung menggerebek tempat tersebut dan mendapati sejumlah pekerja dan barang bukti berupa truk tangki yang didalamnya berisi BBM jenis solar.

Petugas kemudian menyegel bangunanan gudang menggunakan Police Line di bagian depan bangunan gudang. Selain itu petugas juga mengamankan beberapa orang pekerja di lokasi untuk dimintai keterangan petugas.

Saat penggerebekan tersebut diketahui pengakuan dari keterangan orang pekerja gudang saat dimintai keterangan petugas sudah menyimpan total 12 ribu liter BBM jenis solar. Semua BBM tersebut sekarang masih tersimpan utuh di dalam truk tangki di gudang.

“Warga sekitar curiga dengan orang dan aktifitas di dalam bangunan gudang di Kragilan. Kecurigaan karena orang orang disana asing maksudnya berasal dari luar daerah dan bukan warga sekitar. Kecurigaan berikutnya karena armada yang digunakan berupa truk yang di dalamnya ada tangki berisi BBM jenis solar berasal dari luar daerah dilihat dari plat atau nomor polisi kendaraan. Kecurigaan ketiga karena semua aktifitas dilakukan pada malam hari saat warga sedang beristirahat,” ujarnya.

Pihak Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter sama sekali tidak mengetahui siapa pemilik BBM dan para pekerjanya. Sebab mereka berasal dari luar dan statusnya hanya mengontrak saja. Saat mengontrak tersebut mereka juga tidak melapor ke desa atau pengurus lingkungan RT dan RW setempat.

“Ada tujuh orang yang ada di gudang saat dilakukan penggerebekan. Mereka pemilik dan pekerja. Beberapa orang diantara mereka dibawa petugas untuk dimintai keterangan,” lanjutnya.

Mereka yang mengontrak gudang diketahui baru melakukan aktifitas beberapa hari saja. Kondisi bangunan yang dipakai sendiri sepenuhnya belum selesai 100 persen.

“Saat penggerebekan diketahui BBM solar dibeli dari beberapa Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) sebelum dibawa di gudang di Kragilan, Kedungwinong, Nguter. Sebanyak 12 ribu liter solar itu dimasukan dalam tangki menggunakan empat armada kendaraan truk. Solar itu kemungkinan akan disetorkan atau dijual ke pihak lain atau pengepuk di wilayah Desa Cemani, Kecamatan Grogol ,” lanjutnya.

Pemerintah Desa Kedungwinong, Kecamatan Nguter menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus kepada aparat keamanan. Sedangkan pihak desa membantu pengawasan lingkungan dengan melibatkan warga sekitar.

“Dilokasi penggerebekan di gudang masih dijaga aparat keamanan dan warga sekitar juga ikut membantu pengawasan. Keterlibatan warga sangat penting karena merekalah yang awalnya curiga terhadap aktifitas di dalam gudang sebelum akhirnya digrebek petugas,” lanjutnya.

Salah satu warga Dukuh Kragilan RT 1 RW 6 Desa Kedung Winong, Kecamatan Nguter Wakiman (60) mengatakan, pada Jumat (1/2) ada penggerebekan dari aparat keamanan terhadap gudang yang posisinya persis disebelah rumahnya. Banyak petugas datang dan kemudian melakukan penutupan terhadap bangunan dan semua aktifitasnya.

“Saya tidak tahu kenapa gudang disegel petugas. Saya tidak kenal orang yang beraktifitas karena mereka hanya mengontrak dan kelihatan saat malam hari. Tapi di dalam gudang diketahui ada truk dan tercium bau BBM jenis solar,” ujarnya.

Sementara itu Kapolres Sukoharjo AKBP Iwan Saktiadi belum bisa dikonfirmasi terkait penggerebekan tersebut. Meski begitu di lokasi gudang diketahui telah terpasang police line di bagian depan bangunan. (Mam)

Read previous post:
Ditinggal Ayah untuk Selama-lamanya

BERAT merawat orang tua yang sudah uzur. Namun bagi Sisar, dirinya merasa ringan saja menjaga dan merawat ayahnya, yang hanya

Close