TEROR MELUAS HINGGA WILAYAH KENDAL-Mobil Diduga Dibakar Pakai Bom Molotov

SEMARANG (MERAPI)- Teror pembakaran mobil yang terpakir di dalam halaman rumah kembali terjadi di Kota Semarang, Jumat dini hari (1/2). Kasus ini menjadi yang keenam terjadi di Semarang. Ternyata, kasus serupa juga terjadi di Kendal. Modusnya sama dan diduga pelaku menggunakan bom molotov.
Kejadian terakhir menimpa korban Dodi Handono (71) warga Jalan Genuk Karanglo, Kota Semarang. Mobilnya dibakar seseorang kemarin pagi sekitar pukul 04.15 WIB. Mobil Toyota bernomor polisi H-8671-FG yang terparkir di halaman rumah dan tertutup pagar tersebut terbakar bagian depannya. Kejadian itu, menurut Dodi diketahuinya ketika ada teriakan warga kalau ada kebakaran. “Waktu lihat ke jendela ternyata api sudah menyala,” ungkapnya seperti dilansir Antara.

Ia menuturkan, butuh waktu sekitar 30 menit untuk memadamkan api yang melumat bagian depan mobil itu. Ia tidak mengetahui kemungkinan pelaku pembakaran tersebut. Dodi sendiri menegaskan tidak pernah memiliki permasalahan dengan orang lain.
Kapolsek Candisari Iptu Teguh Prasetyo yang datang ke lokasi kejadian mengaku, peristiwa ini merupakan yang kedua di wilayahnya.
Kepala Bidang Humas Polda Jawa Tengah Kombes Pol Agus Triatmaja menyebutkan, teror pembakaran mobil akhir-akhir ini terjadi di tiga wilayah di provinsi ini.
“Kejadian pembakaran kendaraan dilaporkan terjadi di wilayah Kota Semarang, Kabupaten Kendal dan Semarang,” kata Agus di Semarang, Jumat.

Dari laporan yang masuk di kepolisian, di wilayah Polrestabes Semarang tercatat paling banyak meneirma laporan.
Menurut dia, terdapat kesamaan modus dan waktu terjadinya pembakaran.
Peristiwa pembakaran terjadi pada dini hari antara pukul 03:00 WIB hingga 05.00 WIB.
Selain itu, pelaku juga menggunakan bom molotov atau botol yang diisi minyak tanah dan menggunakan kain sebagai pemicunya.
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo ikut berkomentar terkait teror yang meresahkan ini. Menurut dia, saat ini pihaknya berkoordinasi dengan Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono dalam penanganan kasus teror pembakaran mobil dan motor yang meresahkan masyarakat.

“Saya sudah berkoordinasi dengan Kapolda, siskamling kita hidupkan lagi dan saya perintahkan semuanya untuk jaga, kalau perlu dihidupkan lagi,” kata Ganjar Pranowo di Semarang, Jumat.
Ganjar mengaku bersama kepolisian akan menindak tegas pelaku teror pembakaran mobil yang sudah beraksi di beberapa titik di Kota Semarang dan Kabupaten Kendal dalam beberapa waktu terakhir.
“Tidak boleh ada yang mengganggu (Jawa Tengah) dengan kepentingan apa pun. Kepolisian sedang mengejar pelakunya, mudah-mudahan bisa tertangkap sehingga diketahui motifnya, apakah dendam, kejahatan, atau ada urusannya dengan pemilu,” ujarnya.

Menurut Ganjar, semua pihak harus mengantisipasi berbagai bentuk gangguan keamanan dan ketertiban di masyarakat yang terjadi menjelang pelaksanaan Pemilu 2019. “Biarkan pemilu berjalan damai dan demokratis, Jateng harus guyub rukun,” ucapnya.
Sementara itu, Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono mengatakan teror pembakaran mobil menjadi perhatian serius dari jajarannya. Pihaknya juga telah mengambil langkah-langkah antisipasi maupun penindakan agar kasus tersebut tidak terulang.
“Inikan upaya-upaya untuk membuat resah masyarakat, kita tingkatkan patroli rutin dari jajaran mulai polres/polrestabes sampai polsek keliling wilayahnya,” ujarnya.(*)

Read previous post:
Jogja Heboh Dongkrak Kunjungan Wisatawan

DANUREJAN (MERAPI) - Gemerlap warna-warni kembang api di langit depan gerbang Barat Pintu masuk Kantor Gubernur DIY, Kepatihan Yogyakarta, Kamis

Close