Duel dengan Polisi, Penjambret Kencing di Celana

MERAPI-SUKRO RIYADI Tersangka penjambret menjalani pemeriksaan di Polsek Banguntapan.
MERAPI-SUKRO RIYADI/Tersangka penjambret menjalani pemeriksaan di Polsek Banguntapan.

BANTUL (MERAPI)- Seorang penjambret, Ai (25) warga Berbah, Sleman terlibat duel dengan polisi yang akan menangkapnya di wilayah Tajem, Maguwoharjo, Depok, Sleman, Senin, (28/1) petang. Dia panik hingga melakukan perlawanan dan berduel dengan polisi. Saking paniknya, pelaku bahkan sampai terkenciung di celana.
Tersangka diburu Tim Buru Sergap (Buser) Polsek Banguntapan Bantul usai beraksi di kawasan Potorono Banguntapan Bantul awal November 2018 lalu. Hingga Kamis (31/1), polisi masih memburu satu orang teman pelaku yang terlibat dalam kasus penjambretan tas milik Yuni Widiastuti (29) tersebut. Dari tangan tersangka, polisi menyita barang bukti berupa sepeda motor.

Kapolsek Banguntapan Bantul Kompol Suhadi SH MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Ryan Permana Putra kepada wartawan, kemarin mengatakan, kasus penjambretan tersebut terjadi pagi hari sekitar pukul 05.45 di Potorono Banguntapan Bantul. Pagi itu korban dengan rekannya naik sepeda. Dia tak curiga bahwa akan dijambret. Pelaku dan seorang temannya pun membuntuti korban. Sampai di jalan sepi, pelaku yang naik motor memepet korban dari selatan. Setelah posisinya berdekatan, pelaku merampas tas korban dan langsung kabur ke utara. Korban kaget hingga tak sempat melawan. Dia pun tak kuasa mengejar pelaku yang naik sepedamotor.
Hari itu juga, korban melapor kepada polisi. Tim Buser Polsek Banguntapan bergerak cepat melakukan penyelidikan usai menerima laporan kasus penjambretan tersebut. Sejumlah saksi diperiksa, olah tempat kejadian perkara pun langsung dilakukan.

“Kami bergerak melacak siapa sebenarnya ‘otak’ di balik kasus penjambretan yang meresahkan itu,” ujar Suhadi. Tiga bulan lamanya petugas berjibaku di lapangan untuk membongkar tindak kejahatan yang sudah meresahkan warga tersebut. Polisi akhirnya berhasil mengidentifikasi pelaku berdasarkan keterangan saksi dan korban serta motor yang mereka gunakan. Pada 28 Januari lalu, petugas berhasil mengendus keberadaan Ai di daerah Tajem Sleman. Saat itu pelaku berada di kawasan Pasar Tajem. “Tersangka ini jualan rebung di pasar,” ujar Suhadi.
Dijelaskan, seharian Tim Buser di lapangan memantau pelaku. Menjelang senja, pelaku keluar pasar untuk membeli rokok.

Polisi langsung menyergapnya. Tersangka Ai panik melihat polisi datang. Dalam kondisi panik, dia memilih melawan petugas hingga terjadi perkelahian sengit. Ketika tersangka berusaha meloloskan diri, petugas sigap melumpuhkanya dengan sekapan. Dalam tempo singkat petugas berhasil melumpuhkan lelaki bertato itu. “Karena diselimuti kepanikan, tersangka sampai kencing di celana saat dibekuk anggota Banguntapan,” ujar Suhadi.
Menurutnya, masih ada satu tersangka yang terus diburu oleh petugas. Identitasnya pun sudah diketahui. “Penjambretan itu dilakukan dua orang, satu pelaku masih kami buru,” tandasnya.(Roy)

Read previous post:
AirKu Mulai Dipasarkan Lewat Toko Modern

WATES (MERAPI) - Pemkab Kulonprogo melalui PDAM Tirta Binangun menjalin kerja sama dengan PT Sumber Alfaria Trijaya (SAT) Tbk, dalam

Close