Teladan Umar Bin Abdul Aziz

DI DALAM sejarah Islam, salah seorang khalifah yang paling terkemuka adalah khalifah Umar Bin Abdul Aziz. Beliau dikenal sebagai seorang Khalifah yang murah hati, sabar, sayang kepada ummat yang dipimpinnya meski mereka termasuk ke dalam kelompok oposisi dan cara hidupnya yang sangat sederhana. Di dalam kitab-kitab sejarah, dituliskan betapa sederhananya sang Amirul Mu’minin ini. Meski menjabat sebagai seorang kepala Negara yang sangat luas (saat itu daulah Bani Umayyah, wilayahnya setara dengan 7 negara saat ini…yakni kawasan Saudi Arabia, teluk (Irak, Kuwait, Persia/Iran), Suriah, Al Jazair, Mesir; sebagai kepala pemerintahan dan panglima perang tertinggi kaum muslimin, tetapi jika hari ini makan maka esok hari beliau 2 hari tidak makan. Seluruh uang gaji beliau kembalikan ke baitul maal untuk menunjang kesejahteraan rakyat. Untuk makan sehari-hari beliau bekerja sebagai buruh penumbuk gandum, di malam hari setelah tugas kenegaraan selesai…dalam penyamaran.

Jika malam hari masih harus menerima tamu, maka beliau tidak dapat menyamar ke pasar untuk bekerja mencari nafkah bagi keluarganya. Maka seluruh sisa persediaan gandum yang sedikit di masak untuk keluarganya, dan beliau memilih berpuasa.

Pun jika menerima tamu di malam hari, maka beliau akan bertanya terlebih dahulu…”apakah ini masalah pribadi, atau masalah Negara…?” Jika tamu menjawab untuk masalah Negara, maka pembicaraan dilangsungkan dalam keadaan ruangan yang diterangi lampu minyak. Namun jika si tamu menjawab untuk kepentingan pribadi mereka, maka pembicaraan dilanjutkan tanpa penerangan lampu karena minyak sebagai bahan bakar lampu diambil dari kas Negara dan hanya boleh digunakan untuk kepentingan dinas kenegaraan.

Beliau juga diketahui hanya memiliki 3 lembar pakaian atau gamis saja. 1 untuk bekerja. 1 lembar lagi untuk istirahat. Dan 1 lembar gamis khusus untuk mengerjakan ibadah sholat. Sedemikian ketatnya beliau menjaga diri jangan sampai jabatan yang dipikulkan ke pundaknya membuatnya menjadi aji mumpung dan tidak amanah. Semoga teladan Khalifah Umar Bin Abdul Aziz ini dapat menular kepada para calon pemimpin dan para calon wakil-wakil rakyat kita. Karena sebagai seorang muslim, dalam bab kepemimpinan kita diajarkan…dalam hal lapar maka seorang pemimpin adalah orang yang pertama harus merasakannya. Tetapi dalam keadaan kenyang dan menikmati fasilitas…maka seorang pemimpin adalah orang yang terakhir merasakannya. Wallahu A’lamu Bishawwab

.

Read previous post:
ilustrasi
Blunder Pembebasan Bersyarat

MENGIKUTI polemik soal pembebasan ustadz Abubakar Ba’asyir ? Hingga saat ini para ahli hukum berdebat soal itu. Berawal dari pernyataan

Close