Dilindungi Undang Undang, Dua Tempat BCB Resmi Dipasangi Plakat

Petugas saat melakukan pemasangan plakat di areal persawahan di Joho, Sukoharjo Kota sebagai BCB. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)
Petugas saat melakukan pemasangan plakat di areal persawahan di Joho, Sukoharjo Kota sebagai BCB. (Foto: Wahyu Imam Ibadi)

SUKOHARJO (MERAPI) – Pemkab Sukoharjo akhirnya resmi memasang plat di areal persawahan di wilayah Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota karena di tempat tersebut sering ditemukan benda cagar budaya (BCB). Hal serupa juga dilakukan di Candi Sirih, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru. Penelitian dan pengakuan sebagai situs BCB juga sudah dikeluarkan Balai Pelestarian Cagar Budaya (BPCB). Apabila masih ada pelaku yang melakukan penggalian tanah dan mengambil BCB maka akan dikenakan sanksi berat sesuai Undang Undang Nomor 11 tahun 2010 tentang Cagar Budaya.

Pemerhati budaya Sukoharjo Bimo Kokor Wijanarko, Jumat (25/1) mengatakan, setelah sangat lama menunggu akhirnya pemerintah baik pusat dan daerah khususnya Pemkab Sukoharjo mengakui areal persawahan di wilayah Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota sebagai situs cagar budaya. Kondisi tersebut sangat melegakan baik masyarakat maupun pemerhati budaya. Tidak terkecuali bagi pemerintah mengingat BCB merupakan benda yang dilindungi oleh Undang Undang.

Bentuk pengakuan dilakukan Pemkab Sukoharjo dengan memasang plakat di dua tempat berbeda. Pemasangan tersebut sebagai tanda sekaligus penegas kepada siapa saja untuk tidak melakukan penggalian tanah dan mencari BCB. Termasuk juga berkewajiban menjaga dan merawat serta tidak melakukan perusahan. Plakat dipasang di areal persawahan di Jalan Rajawali di wilayah Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota atau disebelah barat kantor Kecamatan Sukoharjo Kota. Pemasangan plakat serupa juga dilakukan di Candi Sirih, Desa Karanganyar, Kecamatan Weru.

Pemasangan plakat resmi dilakukan pada Jumat (25/1) pagi dikedua tempat tersebut. Selanjutnya petugas akan melakukan pengawasan agar aturan yang ada bisa dipatuhi.

“Setelah dipasangi plakat maka sudah tidak boleh ada penggalian tanah mencari BCB. Apabila masih nekat maka pelaku akan mendapatkan sanksi tegas sesuai Undang Undang. Hukumannya penjara,” ujarnya.

Sanksi tersebut seperti tertuang dalam Undang-undang Cagar Budaya Nomor 11 tahun 2010. Bagi mereka yang merusak dan mengambil barang serta merubah fungsi di kawasan cagar budaya akan dijerat hukuman penjara paling singkat satu tahun penjara dan paling lama 15 tahun. Selain itu ancaman denda Rp 10 juta hingga Rp 500 juta.

Selama ini di areal persawahan di Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota yang merupakan bekas pemakaman kuno sering menjadi sasaran penggalian dan pencurian BCB. Para pelaku datang dari luar daerah sengaja mencari BCB. Benda yang ditemukan seperti kalung, tembikar dan lainnya.

“Perlindungan BCB juga kami lakukan di Candi Sirih di Desa Karanganyar, Kecamatan Weru. Disana bangunan berupa candi perlu dilindungi dan tidak boleh dirusak,” lanjutnya.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Sukoharjo Darno mengatakan, pemasangan plakat resmi dilakukan untuk melindungi BCB. Sebab tempat tersebut dilindungi oleh Undang Undang dan tidak boleh dilakukan perusakan.

Lurah Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota Wisnu Pramudiya Wardana, mengatakan, sudah melakukan sosialisasi kepada warga khususnya pemilik atau penggarap sawah. Sawah hanya boleh ditanami padi dan tidak boleh digali untuk dicuri benda cagar budayanya.

“Modus pelaku memang sengaja menyewa sawah dan melakukan penggalian. Tapi sekarang petani sudah sadar dan tidak mau menyewakan sawahnya. Pelaku sekarang justru nekat dengan memilih mencuri di tengah malam,” ujar Wisnu.

Dilokasi di sawah Joho, Sukoharjo Kota dibekas galian ditemukan pecahan tembikar diduga merupakan cagar budaya. Namun untuk memastikannya butuh penelitian dari petugas berwenang.

Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota langsung bergerak dengan melakukan pengawasan. Petugas diminta mengawasi sawah sebagai lokasi pencurian benda cagar budaya. Pengawasan juga dilakukan dengan melibatkan petugas lainnya seperti dari kecamatan dan warga dilingkungan terdekat.

Pengawasan perlu dilakukan mengingat di hamparan sawah di Joho sering jadi lokasi pencurian. Tidak hanya sekali, namun juga berulang kali sejak beberapa tahun lalu.

“Kabar dari warga sekitar memang di dalam tanah sawah tersebut merupakan situs yang menyimpan benda cagar budaya. Tapi untuk memastikannya itu bukan kewenangan kami,” lanjutnya.

Apabila memang benar sebagai situs cagar budaya maka pihak Kelurahan Joho, Kecamatan Sukoharjo Kota akan melakukan pengamanan. Bentuknya yakni dengan larangan bagi siapapun untuk melakukan penggalian mencari benda cagar budaya.

“Kami juga mendata siapa saja pemilik atau penggarap sawah tersebut,” lanjutnya.(Mam)

Read previous post:
Imlek 2019 Shio Babi Tanah, Klenteng Hok Tik Bio Sediakan Kue Keranjang 2 Ton

PATI (MERAPI) - Menyambut datangnya Tahun Baru Imlek 2570 atau bertepatan 5 Februari 2019 mendatang, maka kelenteng Hok Tik Bio

Close