Hindari Penipuan Berkedok MLM, OJK Sampaikan Bijak Berinvestasi ke Pelajar

Staf OJK Surakarta menyampaikan sosialoisasi ke pelajar SMKN Ngargoyoso. (Foto:Abdul Alim)
Staf OJK Surakarta menyampaikan sosialoisasi ke pelajar SMKN Ngargoyoso. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Surakarta mengenalkan lembaga legal di bidang jasa keuangan, asuransi, pasar modal dan sejenisnya ke ratusan pelajar SMKN Ngargoyoso, Kamis (25/1). Harapannya, pelajar tak terjebak penipuan berkedok multilevel marketing (MLM) maupun investasi bodong.

Sub Bagian Edukasi dan Perlindungan Konsumen (EPK) OJK Surakarta, Antonius Yudhianto mengatakan pentingnya pelajar mengenal lembaga jasa keuangan dan berbagai produknya di Indonesia. Sesuai UU No 1 tahun 2017 tentang Otoritas Jasa Keuangan, berbagai produk dan layanan di luar ketentuan normatif, patut dicurigasi bermasalah.

“Di daerah, OJK bersama Polri, Kejaksaan dan instansi lain memiliki Satgas Waspada Investasi. Kami selalu mengedukasi ke masyarakat agar benar-benar memastikan modalnya aman ditanam di perusahaan. Salah satunya, sosialisasi menyasar ke peserta didik,” katanya usai sosialisasi ke pelajar di Balai Desa Girimulyo, Ngargoyoso.

Pelaku penipuan berkedok MLM dan investasi menggiurkan biasanya menyasar korban belum berpengalaman seperti lulusan sekolah menengah. Kepada para pelajar, ia menganjurkannya menabung uangnya di bank umum alih-alih menanggapi tawaran investasi bodong. Ia mengatakan, terdapat kasus penipuan berkedok investasi di wilayah Solo yang patut dijadikan pembelajaran.

“Kasus pada 2017 di Solo sudah ditangani polisi. Banyak yang berkonsultasi ke kantor. Ini respons yang baik dari masyarakat,” katanya.

OJK juga mempersilakan publik mengakses laman sikapiuangmu.ojk.go.id untuk mengecek daftar perusahaan bodong. Di dalamnya memuat 57 entitas yang telah dipantau dan diperiksa langsung oleh Satgas Waspada Investasi hingga Februari 2018. Tersedia ruang konsultasi call centre di 157.

Dibantu staf EPK OJK Surakarta, Friska Magdalena, dirinya menyampaikan materi ke 500 siswa kelas X, XI dan XII SMKN Ngargoyoso secara menyenangkan. Tak jarang ia memancing respons audiens dengan pertanyaan berhadiah.

“Mengajar di Eskariso (SMKN Ngargoyoso) baru sekali ini. Tim ditarget minimal dua kali sebulan menyampaikan sosialisasi. Bisa di instansi maupun komunitas, sepanjang tema relevan dengan fungsi OJK,” katanya.

Kepala SMKN Ngargoyoso, Sri Eka Lelana mengapresiasi kehadiran OJK di tengah para siswa. Diharapkan, mereka tahu betul produk jasa keuangan dan lembaga keuangan legal dan aman.

“Siswa Nanti bisa meneruskan informasinya ke orangtua. Sebenarnya, kami sudah menerapkannya dengan program simpanan pelajar ke Bank Daerah Karanganyar,” katanya. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Wanita Menangis di Rel Kereta Api

MALAM semakin larut sepi dingin dan mencekam. Namun mas Hanto (nama samaran) tetap menjalankan tugasnya giliran ronda. Padahal malam itu

Close