Polisi Bongkar Bisnis Miras Palsu

MERAPI-SAMENTO SIHONO AKP Tony Priyanto menunjukan miras impor palsu dan para pelaku.
MERAPI-SAMENTO SIHONO/AKP Tony Priyanto menunjukan miras impor palsu dan para pelaku.

SLEMAN (MERAPI)- Petugas Satresnarkoba Polres Sleman berhasil membongkar penjualan minuman keras (Miras) impor palsu di kawasan taman parkir Monumen Yogya Kembali (Monjali). Penjualnya, RA (40) warga Yogya berhasil mengamankan beserta barang bukti puluhan botol miras impor berbagai merek. Polisi mewanti-wanti warga waspada peredaran miras palsu karena kandungannya sangat berbahaya.
Pelaku beserta barang bukti selanjutnya dibawa ke Mapolres Sleman guna pemeriksaan lebih lanjut. “Pelaku ini berjualan dengan menggunakan mobil. Jadi pembeli datang setelah melakukan transaksi dengan handphone,” beber Kasat Narkoba Polres Sleman AKP Tony Priyanto kepada wartawan, Kamis (24/1).

Dijelaskan Tony, penangkapan tersangka bermula dari penangkapan tiga orang penyalahguna psikotropika jelis pil camlet. Dari pengeledahan yang dilakukan, petugas menemukan miras impor palsu dari tangan tersangka.
“Dari pengakuan tersangka AJ, IM dan AG, mereka membeli miras tersebut dari tangan RA. Dari informasi itu kemudian kita selidiki dan mengamankan tersangka RA,” jelasnya.
Dari hasil pemeriksaan, RA mendapatkan barang tersebut dari seseorang yang berada di Solo. Minuman impor tersebut dijual oleh tersangka RA kirasan Rp 100 sampai Rp 150 ribu, padahal harga munuman asli di atas Rp 700 ribu.

Tony juga mengimbau pada masyarakat untuk lebih berhati-hati karena miras palsu itu sangat berbahaya bagi kesehatan. Pasalnya tidak ada takaran resmi komposisi bahan-bahannya. Terlebih saat membeli setidaknya melihat saat membukanya.
“Ciri-ciri miras impor palsu secara kasap mata, kalau tutup botol sudah dibuka tidak bisa ditutup kembali. Jadi kalau beli di tempat hiburan malam harus tahu saat membukanya. Karena miras palsu ini sangat berbahaya,” katanya.
Tony menambahkan saat ini pihaknya tengah berkoordinasi dengan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) guna mengetahui kandungan miras palsu tersebut. Termasuk melakukan pengawasan di tempat hiburan malam.

Sementara itu tersangka AJ, IM dan AG, ditangkap lantaran kedapatan mengedarkan pil koplo di wilayah Sleman. Modusnya yakni IM memiliki resep obat penenang dari dokter mengambil di apotek kemudian dijual pada AJ dan AG.
“AJ sama IM yang mengedarkan pil koplo tersebut. Sedangkan AG hanya diberi oleh IM, kita masih mengembangkan kasus ini,” beber Tony.
Menurutnya, setiap paket pil koplo berisi 10 butir dijual dengan harga Rp 30 ribu. Keuntungan yang menggiurkan diduga menjadi penyebab para bandar ini ters menjalankan bisnis haram ini meski petugas terus melakukan razia.

“Ketiga tersangka ini kita jerat Pasal 62 tentang Psikotropika dengan ancaman hukuman 5 tahun penjara, dan Pasal 60 dengan 3 tahun kurungan penjara. Sedangkan RA kita jerat dengan tipiring,” pungkasnya.
Selain ketiga tersangka tersebut, petugas juga mengamankan lima orang tersangka pengalahgunaan psikotropika jenis sabu-sabu. Para tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Polres Sleman. (Shn)

Read previous post:
Nelayan Kulonprogo Gagal Panen Bawal

TEMON (MERAPI) - Perayaan Imlek yang kerap berdampak pada peningkatan permintaan ikan bawal putih, tahun ini tidak bisa mendatangkan keuntungan

Close