Muncul Lumpur di Pamsimas Tunggulsari


Warga pelanggan Pamsimas Tunggulsari menunjukkan air keruh. (foto:Abdul Alim)
Warga pelanggan Pamsimas Tunggulsari menunjukkan air keruh. (foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Suplai air bersih bersumber Penyediaan Air Minum dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) dikeluhkan warga Dukuh Tunggulsari Rt 01/Rw II Desa Pendem, Mojogedang. Selain warnanya keruh, alirannya ke warga kurang merata.

“Airnya berwarna kecoklatan. Biasanya, sesaat sebelum hujan. Akhirnya tidak bisa dipakai memasak. Buat mandi juga kurang jernih. Apalagi bersih-bersih, malah tambah kotor,” kata warga setempat, Darmanto, Rabu (23/1).

Kondisi demikian berlangsung beberapa bulan terakhir. Pamsimas tersebut dibangun Pemkab Karanganyar pada tahun lalu. Bersumber dari mata air di Ngargoyoso dan sumur bor, alirannya diandalkan ratusan keluarga untuk konsumsi harian. Ia mengakui air keruh tidak muncul tiap hari, namun terhitung sering. Laporan ke pengelola Pamsimas di desanya kurang ditanggapi serius.

Warga lain, Sulardi mengatakan, air dari Pamsimas bahkan tidak mengalir ke rumahnya. Hal itu memaksa dirinya mengambil air dari mata air terdekat, yakni Ngadirejo.

“Airnya keruh kayak kopi susu. Paling kerasa menjelang hujan. Itu dialami warga yang kebagian air dari sumur bor. Kalau air dari mata air Ngargoyoso enggak,” katanya.

Saat mendapati air kurang layak konsumsi, warga memilih memberi air galon bermerek. Mereka mengeluhkan pula tetap ditagih iuran Pamsimas.

Manajemen Pengelolaan Keuangan Pamsimas di Pendem, Dewi, menyampaikan air keruh saat penghujan. Tetapi hal itu hanya dialami dua dukuh dari total 18 dukuh di enam dusun yang memanfaatkan Pamsimas. Pamsimas tersebut mengalir ke 787 sambungan rumah berlangganan.

“Dua dukuh itu menggunakan air Pamsimas dari sumur bor artesis. Kami sudah menanggapi keluhan dengan beberapa upaya, yakni memasang filter, pembersihan, dan pengurasan bak dua kali dalam satu pekan,” tutur Dewi.

Kepala Bidang (Kabid) Cipta Karya Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Karanganyar, Asihno Purwadi, menyampaikan akan menindaklanjuti informasi tersebut dengan koordinasi di tingkat bawah dan pengecekan.
“Perlu dicek dulu apakah itu Pamsimas, air minum pedesaan, atau pengembangan SPAM. Begitu tahu, dicek masalah, kami lakukan treatment sesuai kondisi. Itu teknis, nanti ada metode,” ungkap dia. (Lim)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO Polisi memeriksa lokasi runtuhnya tebing penambangan pasir.
Tebing Runtuh, Penambang Tewas Terkubur

CANGKRINGAN (MERAPI)- Tebing pasir setinggi enam meter yang berada di Dusun Kaliwuluh, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman runtuh saat tengah ditambang,

Close