Tebing Runtuh, Penambang Tewas Terkubur

MERAPI-SAMENTO SIHONO Polisi memeriksa lokasi runtuhnya tebing penambangan pasir.
MERAPI-SAMENTO SIHONO/Polisi memeriksa lokasi runtuhnya tebing penambangan pasir.

CANGKRINGAN (MERAPI)- Tebing pasir setinggi enam meter yang berada di Dusun Kaliwuluh, Balong, Umbulharjo, Cangkringan, Sleman runtuh saat tengah ditambang, Rabu (23/1) pukul 10.30 WIB. Runtuhan tebing menimpa empat penambang pasir di bawahnya dan menewaskan satu orang bernama Mistam (43) warga Sontonayan, Kapencar, Kretek, Wonosobo.
Sementara satu orang mengalami luka-luka dan dua orang lainnya berhasil menyelamatkan diri.
Kapolsek Cangkringan AKP Sutarman kepada wartawan menjelaskan, peristiwa itu bermula saat korban bersama tiga temanya datang ke tempat penambangan pasir pukul 06.30 WIB. Seperti biasanya, korban dan rekannya melakukan aktivitas penambangan di tebing itu.
Namun naas, saat mengisi muatan truk AB 8962 YT, tiba-tiba tebing yang berada di sebelah barat runtuh. Tiga orang penambang bisa menyelamatkan diri, sementara Mistam tidak bisa menyelamatkan diri karena terhalang truk yang sedang diisi pasir.

“Korban Mistam tidak bisa berlari karena terhalang truk yang sedang diisi muatan. Akibatnya korban tertimbun tebing dan terkena bodi truk sebelah belakang,” beber Sutarman di lokasi kejadian.
Usai kejadian, korban yang selamat dibantu warga sekitar langsung melakukan evakuasi korban. Namun naas saat ditemukam, Mistam sudah tak bernyawa. Dia kemudian dilarikan ke RS Bhayangkara untuk dilakukan autopsi.
“Korban yang terluka dilarikan di RS Muhammadiyah Pakem untuk dilakukan perawatan,” tandasnya.
Sutarman menambahkan, kejadian runtuhnya tambang pasir di wilayah Cangkringan bukan yang pertama terjadi. Setidaknya dalam kurun waktu tahun 2018, sudah terjadi tiga kali runtuh tambang pasir. Untuk sementara, lokasi penambangan tersebut akan ditutup.

“Kita akan tutup lokasi tambang ini sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Setiap saat kita ingatkan tapi para penambang ini selalu membandel,” katanya.
Pemilik lokasi tambang, Harno warga Tegal Mbalong Umbulharjo Cangkringan mengatakan, aktivitas penambangan tersebut sudah berlangsung selama dua tahu. Ia mendatangkan tenaga dari daerah Wonosobo untuk mengambil pasir.
“Sistem pembayaran secara bagi hasil. Kebanyakan penambang sini memang ambil tenaga dari luar daerah,” katanya.
Camat Cangkringan Mustadi menambahkan, lokasi penambangan manual itu tidak ada izin ke pemerintah desa. Sebab sesuai dengan regulasi, daerah tersebut tidak bisa digunakan untuk penambangan. Ia mengakui bahwa banyak tambang manual di Cangkringan.
“Sesuai dengan regulasi, tambang ini memang tidak berizin, meskipun izin ke desa tidak mengizinkanya,” pungkasnya.(Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
KPU Mulai Setting Sampul

SLEMAN (MERAPI) - Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sleman mulai melakukan setting sampul untuk Pemilu 2019. Ada lebih dari 20

Close