SKANARIO PERAMPOKAN TERBONGKAR-Tangan Sendiri Disayat-sayat Pisau Kater

BANTUL (MERAPI)- Demi membuat laporan palsu kasus perampokan, seorang penipu, Gb (26) warga Gambiran, Pandeyan, Umbulharjo, Yogya nekat menyayat tangan sendiri menggunakan pisau kater. Selanjutnya, dia melapor ke polisi bahwa motornya dirampok. Padahal, skenario perampokan dibuat untuk menutupi aksi penggelapan motor yang dilakukannya.
Untungnya polisi jeli hingga berhasil membongkar skenario ini. Pelaku kemudian ditangkap dan ditahan di Polsek Banguntapan, Bantul, Rabu (23/1). Kini Gb sudah ditetapkan sebagai tersangka dan dijerat dengan pasal 220 KUHP tentang laporan palsu.
Kapolsek Banguntapan Bantul, Kompol Suhadi SH MH didampingi Kanit Reskrim Iptu Riyan Permana Putra SIK MH kepada wartawan, kemarin mengatakan, kasus tersebut bermula pada Minggu (20/1) sekitar pukul 01.30.

Pagi itu Gb mendatangi Polsek Banguntapan Bantul dengan maksud melaporkan kasus perampokan yang baru saja dialami. Dalam laporannya, tersangka mengaku dianiaya empat orang perampok di Jalan Banjardadap Potorono Banguntapan Bantul. Kepada petugas, dia mengatakan diserang dengan pisau kater hingga menyebabkan luka di tangan kiri dan kanan. “Merujuk keterangan tersangka waktu lapor di polsek, korban mengaku motor Honda Vario AB 2534 OA dirampas pelaku,” ujar Suhadi. Untuk memuluskan aksinya, tersangka malam itu juga langsung periksa di RS Rajawali Citra (RC) untuk divisum.
Setelah mendapat laporan perampokan, Resmob Polsek Banguntapan Bantul dipimpin Kompl Suhadi bergegas di lokasi kejadian untuk melakukan penyelidikan di lapangan. Dalam penyelidikan tersebut, petugas mengendus adanya kejanggalan. Yakni minimnya saksi dan kronologi yang disampaikan pelaku tak sesuai dengan kondisi di lapangan.

Oleh karena itu petugas kembali memeriksa Gb untuk memastikan kronologisnya. Termasuk memintai keterangan seseorang di Banguntapan yang dikatakan pelaku sempat didatangi sebelum dia dirampok. “Namun setelah ditelusuri, rupanya Gb tidak pernah main di rumah karibnya itu,” jelas Suhadi. Berdasarkan temuan itu, jelas Suhadi, polisi makin yakin jika laporan kasus perampokan itu hanya skenario yang dibuat pelaku.
Setelah diperiksa intensif, Gb akhrinya tidak bisa mengelak. Apalagi polisi mencocokkan dengan fakta yang ditemukan di lapangan. “Tersangka mengakui jika laporan tentang kasus perampokan itu palsu. Dia melakukannya untuk menghilangkan jejak usai menggelapkan motor Honda Varionya,” ujar Suhadi.
Dikatakan, motor itu ternyata tidak dibawa permapok, namun sudah digadaikan pelaku kepada seseorang berinisial Sh di Imogiri, Bantul. Sementara terkait dengan luka di tangan, jelas Suhadi, pelaku sengaja menyayat-nyayat sendiri menggunakan pisau kater. “Tersangka membuat laporan palsu untuk menipu keluarganya, sedang uang hasil menggadaikan motor digunakan untuk melunasi utang,” jelasnya.

Setelah menggadaikan motornya di Imogiri, tambahnya, Gb naik ojek online sampai di angkringan daerah Banjardadap Potorono Banguntapan Bantul. Di angkringan itulah Gb melukai tangannya sendiri dengan kater. Setelah itu Gb datang ke Rumah Sakit RC untuk melakukan pemeriksaan sebelum melapor ke Polsek Banguntapan Bantul. “Kaosnya juga disobek bagian depan dengan dalih ditarik pelaku,” jelasnya.
Dari tangan tersangka, petugas menyita barang bukti yakni pisau kater, satu unit sepeda motor Vario, uang tunai hasil gadai Rp 2,8 juta,
serta kaos yang robek bagian depannya dan diakui karena ditarik perampok.(Roy)

Read previous post:
Kenaikan Tarif Parkir di Kota Yogyakarta Berlaku 2020

UMBULHARJO (MERAPI) - Kenaikan tarif retribusi parkir di Kota Yogyakarta akan berlaku mulai tahun 2020. Kenaikan tarif parkir itu berdasarkan

Close