Pelaku Pelemparan Suporter PSS Ditangkap Saat Sekolah

SLEMAN (MERAPI)- Tim Progo Sakti Polres Sleman berhasil mengungkap aksi pelemparan batu yang menewaskan suporter PSS Sleman, Muhammad Asasulloh Alkhoiri (20) warga Sribit, Klaten. Sebanyak 7 orang diamankan, Rabu (23/1). Sebagian besar pelaku masih berstatus pelajar SMA.
Kuat dugaan, aksi penyerangan itu bermotif dendam dan sentimen antarsuporter. “Tujuh orang tersangka pelemparan sudah diamankan. Status mereka ada yang pelajar dan ada yang tidak, saat ini masih dalam pengembangan,” beber Kapolda DIY Irjen Pol Ahmad Dofiri kepada wartawan, Rabu (23/1).
Kasat Reskrim Polres Sleman AKP Anggaito Hadi Prabowo menambahkan, pihaknya masih terus melakukan pengembangan terkait penangkapan tujuh orang tersebut. Polisi juga masih terus memburu pelaku lainnya.

“Kita masih mengembangkan kasus ini, kemungkinan ada tambahan tersangka,” beber Anggaito.
Anggaito menambahkan, pelaku yang ditangkap sebagian besar merupakan pelajar SMA. Bahkan penangkapan dilakukan saat pelaku tengah mengikuti kegiatan belajar mengajar pada Rabu (23/1) pagi.
“Ada pelaku yang berasal dari sekolah SMA Negeri di Bantul. Kita tangkap tadi pagi (kemarin) di sekolah, saat ini tim masih terus bekerja di lapangan,” katanya.

Seperti diketahui, Muhammad Asasulloh Alkhoiri (20) warga Sribit, Klaten tewas usai menonton pertandingan sepakbola antara PSS Sleman dan Persis Solo di Stadion Maguwoharjo Sleman, Sabtu (19/1) pukul 19.30 WIB. Dia ambruk usai dilempar batu oleh gerombolan suporter saat melintas di Jalan Yogya-Solo Kalasan, Sleman. Saat itu korban baru saja mendahului rombongan suporetr lain.(Shn)

Read previous post:
ilustrasi
Senjata untuk Berjaga

ADA semacam kata kunci bagi cah klitih yang membawa senjataketika ditangkap petugas. Mereka akan mengatakan, senjata tersebut dibawa untuk berjaga-jaga.

Close