USAI DITANGKAP KEJAKSAAN- DPO Jootje Langsung Dijebloskan Penjara


Terpidana saat ditangkap petugas kejaksaan sebelum dijebloskan ke penjara. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terpidana saat ditangkap petugas kejaksaan sebelum dijebloskan ke penjara. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

SLEMAN (MERAPI) – Terdakwa Jootje Max Sondakh yang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Kejaksaan Negeri Sleman akhirnya ditangkap jaksa eksekutor Kejaksaan Negeri (Kejari) Sleman, Slamet Supriyadi SH di Cibinong Bogor Jawa Barat. Setelah ditangkap terpidana langsung dijebloskan ke Lapas Cebongan Sleman, Selasa (23/1) sore.

“Setelah buron selama sekitar dua minggu kami berhasil menangkap terdakwa dan segera menjebloskan ke penjara,” ujar Slamet Supriyadi SH kepada wartawan usai dijebloskan ke penjara.

Seperti diketahui sebelumnya, sesuai Keputusan Kasasi Mahkamah Agung (MA) Nomor :230/K/Pid/2018 tertanggal 16 Mei 2018, menyatakan menolak permohonan kasasi dari terdakwa Jootje Max Sondakh dan menguatkan vonis banding terdakwa di Pengadilan Tinggi DIY. Dengan begitu terdakwa harus menjalani hukuman selama 6 bulan penjara.

Terdakwa sendiri ditetapkan sebagai DPO Kejaksaan Negeri Sleman pada 4 Januari 2019 karena tidak kooperatif dengan panggilan yang dilayangkan Kejari Sleman untuk menjalani eksekusi. Tetapi terdakwa tak menghadiri panggilan justru melarikan diri dan bersembunyi di kediamannya di Cibinong. Ketika ditangkap di rumahnya terdakwa tidak melakukan perlawanan.

Sementara kuasa hukum PT Sport Glove Indonesia (SGI), Sonny Singal SH menyatakan, meski terdakwa mengajukan Peninjauan Kembali (PK) tetapi hal itu tidak bisa menghalangi eksekusi yang dilakukan. Sonny sendiri mengapresiasi jaksa yang telah menjalankan tugas dengan melakukan penangkapan terdakwa dan menjebloskan ke penjara.

“Kami sebagai kuasa hukum PT SGI memberikan apresiasi terhadap kinerja jaksa yang melakukan tugasnya dengan baik. Diharapkan kejadian ini akan memberikan pelajaran bagi pihak lain untuk tidak melakukan laporan palsu,” jelas Sonny.

Seperti diketahui sebelumnya, Jootje melaporkan PT SGI ke Polda DIY dengan sangkaan melakukan pencurian dan penggelapan. Tetapi laporan tersebut dinilai tidak cukup bukti sehingga dihentikan.

Setelah itu PT SGI melapor balik Jootje dengan tuduhan pengaduan palsu. Setelah melalui proses persidangan, Jootje divonis bersalah dan dipenjara selama 7 bulan. Dari vonis itu Jootje mengajukan banding di tingkat Pengadilan Tinggi DIY dan kembali dinyatakan bersalah dan divonis 6 bulan penjara dan terakhir kasasinya ditolak Mahkamah Agung dan menguatkan putusan PT DIY. (C-5)


Read previous post:
SPG PRODUK SUSU DIPROSES PENGADILAN- Mirota Kampus Tindak Tegas Pelaku Kejahatan

YOGYA (MERAPI) - Pihak manajemen Mirota Kampus menyatakan akan bertindak tegas terhadapkaryawan yang melakukan penipuan, penggelapan maupun pencurian. Hal itu

Close