JASAD MENGAPUNG DI SUNGAI-Pekerja Asal Bantul Tewas Misterius di Malaysia

MERAPI-SUKRO RIYADI Sapon menunjukkan foto alm Imam Saputra yang meninggal di Malaysia.
MERAPI-SUKRO RIYADI/Sapon menunjukkan foto alm Imam Saputra yang meninggal di Malaysia.

KRETEK (MERAPI)- Seorang Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Mulekan, Tirtosari, Kretek, Bantul, Imam Saputra ditemukan tewas di Malaysia. Jasadnya mengapung di sungai bersama dua mayat lain. Penyebab korban tewas belum diketahui pasti.
Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Disnakertrans) Kabupaten Bantul pun mengimbau warga yang berminat bekerja di luar negeri untuk pergi lewat jalur resmi pemerintah supaya kasus ini tak terulang.
Menurut keterangan, alm Imam Saputra (23) warga Mulekan Kretek ditemukan meninnggal dunia di perairan Malaysia. Dengan berbagai pertimbangan, akhirnya jenazah putra pasangan Sapon dan Ny Supadmi itu dimakamkan di Sibu, Serawak, Malaysia.

Ditemui usai menerima kunjungan Bupati Bantul Drs H Suharsono dan rombongan, Senin (21/1), Sapon menjelaskan sejak tahun 2014, Imam Saputra meninggalkan kampung halamannya untuk bekerja di Malaysia. Namun waktu itu keberangkatannya diajak teman lewat Kalimantan. Hingga akhirnya ditemukan meninggal dunia, korban belum pernah sekalipun pulang ke rumahnya di Kretek Bantul. “Rencananya Idul Fitri memang akan pulang, tetapi belum kesampaian sudah dipanggil Allah SWT, itu yang membuat hati ini sangat sedih,” ujar Sapon.
Sebelum mendapat kabar jika putranya meninggal 8 Januari 2019, Sapon mengatakan terakhir komunikasi dengan anaknya pada November tahun 2018. Sapon mengungkapkan, sebenarnya sudah berulangkali minta agar putra ketiga dari empat bersaudara itu pulang jika hasil kerja di Malaysia tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan. “Sudah beberapa kali saya suruh pulang kalau hasilnya pas–pasan. Lebih baik di rumah, meski penghasilan sedikit tetap bisa kumpul keluarga,” ujarnya. Menurut informasi, Imam Saputra ditemukan mengapung bersama dua mayat lainnya.

Karena biaya untuk membawa pulang cukup mahal, akhirnya pada 17 Januari 2019 jenazah dimakamkan di Sibu Serawak Malaysia. “Kejadian ini tidak boleh terulang, lewat pemerintah saja jika ingin bekerja di luar negeri,” jelasnya.
Sementara Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Kabupaten Bantul, Drs Sulistiyanto MPd didampingi Kepala Bidang Penempatan Tenaga Kerja Perluasan Kerja dan Transmigrasi Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Bantul, Istirul Widilastuti SIP MPA mengatakan, setelah dilakukan penelusuran, Imam Saputra memang terdaftar di Disnakertrans Bantul. “Kalau lewat pemerintah pasti tercatat di sini (Disnakertrans-red),” ujar Sulistiyanto. Mengacu pada peristiwa itu, langkah dari Disnakertrans Bantul akan segera melakukan pemetaan daerah mana paling banyak mengirimkan PMI ke luar negeri.
Menurutnya, merujuk data Disnakertrans, jumlah warga Bantul di Malaysia mencapai 270 orang. Setelah itu dinas akan melakukan sosialisasi kepada warga.

“Kita petakan dulu, itu paling penting mana yang paling banyak mengirim PMI, setelah itu akan kami sosialisasikan,” ujarnya. Sulistiyanto tidak berani berandai-andai terkait dengan penyebab kematian warga Kretek itu sebelum hasil autopsi dikirim ke pihak keluarga. “Yang jelas kami hanya diberi informasi jika Imam Saputra itu ditemukan mengapung di sungai, sebabnya kenapa itu yang belum mengetahui. Pokoknya tunggu saja hasil outopsi,” ujarnya.(Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
SAWAH PERKOTAAN TERSISA 53 HEKTARE – Penundaan Izin Alih Fungsi Tanah Diperpanjang

UMBULHARJO (MERAPI) - Penundaan izin alih fungsi lahan sawah di Kota Yogyakarta diperpanjang satu tahun sampai 31 Desember 2019. Kebijakan

Close