Daftar Tunggu Calon Haji DIY Hingga 23 Tahun

MERAPI-AWAN TURSENO Peserta latihan manasik haji sedang mengelilingi replika Ka'bah.
Peserta latihan manasik haji sedang mengelilingi replika Ka’bah. (MERAPI-AWAN TURSENO)

YOGYA (MERAPI) – Kantor Wilayah Kementerian Agama DIY menyebutkan daftar tunggu pemberangkatan calon haji di daerah itu ke Tanah Suci hingga 2042.

“Kalau mendaftar tahun ini masih menunggu 23 tahun yang akan datang,” kata Kepala Bidang Penyelenggaraan Haji dan Umrah pada Kanwil Kemenag DIY, Sigit Warsito, Senin (21/1).

Menurut Sigit, pendafar haji di DIY sejak awal Januari 2019 hingga pekan yang lalu sudah mencapai 1.056 jemaah. Dengan demikian, sisa kuota haji untuk pemberangkatan 2042 di DIY tersisa 2.075 jemaah.

Ia mengatakan hingga saat ini Kemenag RI belum menerbitkan jumlah kuota haji untuk DIY. Namun demikian, apabila mengacu kuota pada 2018 untuk DIY ditetapkan sebanyak 3.131 jemaah.

“Untuk tahun ini secara resmi (kuota haji DIY) memang belum terbit tetapi tampaknya sama dengan tahun kemarin,” paparnya dilansir Antara.

Sigit berharap Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) untuk 2019 bisa segera diputuskan oleh Kemenag RI pada Februari sehingga calon haji bisa segera melakukan pelunasan maksimal akhir Februari 2019.

“Kami berharap awal Februari sudah ada kejelasan (BPIH),” ujarnya.

Ia menilai terus meningkatnya tren pendaftaran haji di DIY antara lain dipengaruhi kesejahteraan masyarakat yang terus meningkat serta meningkatnya kesadaran masyarakat untuk melaksanakan ajaran agama Islam. Selain itu, menurut Sigit, munculnya penyedia pinjaman atau dana talangan untuk biaya haji juga menjadi salah satu faktor yang memengaruhi peningkatan pendaftar haji di DIY.

Ia mengatakan untuk pemberangkatan haji pada tahun ini Kemenag RI berencana menyediakan kuota khusus untuk jemaah berusia lanjut dengan usia 80 tahun ke atas dengan persentase yang belum ditentukan.
Saat ini, Kanwil Kemenag DIY bersama pemerintah kabupaten/kota terus menggencarkan sosialisasi pembuatan paspor yang ditargetkan selesai pada Maret 2019. (*)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Piyik Murai Dibawa ke Tempat Kerja

PENGGEMAR murai batu datang dari berbagai kalangan termasuk generasi muda. Sebagian bahkan sudah piawai menangkarkan jenis burung berkicau populer ini.

Close