TERCIPTANYA PERAHU RAJAMALA (1) – Rumor Permaisuri akan Dipulangkan

INILAH bakti seorang putra mahkota Keraton Surakarta Hadiningrat, tahun 1810 yang terkait dengan kisah terciptanya sebuah perahu yang konon lebih indah dari kepunyaan ayahandanya raja. Saat itu yang berkuasa adalah Susuhunan Paku Buwono lV, sedangkan putra mahkota adalah Pangeran Adipati Anom – kelak menjadi Paku Buwono V.

Dalam babad Tanah Jawi dikisahkan, tersebarlah rumor bahwa permaisuri Paku Buwono lV akan dipulangkan ke Madura. Tentu saja hal ini membuat hati putra mahkota menjadi masgul tidak karuan. Timbulah tekadnya untuk membawa sang ibu pulang ke Madura dengan perahu bikinannya. Untunglah raja dengan arif bijaksana menyelesaikan masalah ini. Bisa dibayangkan, apabila raja tidak bijaksana, kemungkinan konflik di keraton akan meruncing. Dan itu sering terjadi, meski antara raja dengan putra mahkota sendiri.

Pangeran Adipati Anom dalam hati terus bertanya-tanya, apa latar belakang raja hendak memulangkan permaisuri atau ibunda ke tanah kelahirannya Sumenep, Madura? Tidakkah nanti ada buntutnya, terlebih kalau hal ini telah menyangkut kekuasaan, ambisi untuk menduduki tahta, suksesi dan lain sebagainya. Di samping itu juga menyangkut harga diri seorang permaisuri raja, ada kesan bagi permaisuri yang dipulangkan sudah tidak layak mendampingi raja. Sedikit banyak peristiwa semacam ini pasti akan membuat sedih, bahkan sakit hati.

Rasa sedih dan galau kini dirasakan oleh Pangeran Adipati Anom, yang konon tidak lama lagi akan dinobatkan menduduki tahta kerajaan sekaligus bergelar Sinuhun Paku Buwono V.

Ketika ceritera ini terjadi, Sinuhun Paku Buwono lV memang sudah sepuh. Namun kenapa kanjeng ibu atau permaisuri hendak dipulangkan ke Madura? Atas dasar itulah Pangeran Adipati Anom bertekad, harus bisa menunjukkan bakti seorang anak kepada sang ibunda tercinta. Pangeran Adipati Anom sampai berpikir bakti seorang anak harus ditunjukkan, apalagi kalau nantinya terjadi konflik intern dalam keraton, dirinya tidak jadi diangkat menduduki tahta kerajaan. Segala kemungkinan bisa terjadi, maka bakti seorang anak kepada ibunda harus terwujud.

Kalau pada waktu itu raja sudah mempunyai sebuah perahu yang besar indah, pemberian Daendels dengan patung putri cantik di kepalanya, Sang Pangeran pun ingin membuktikan bisa membuat sebuah perahu besar dan indah. Untuk hiasan kepala perahu Sang Pangeran meletakkan arca tokoh pewayangan Rajamala yang gagah sakti mandraguna. Jadilah sebuah perahu besar indah, dengan kepala berhiaskan patung Rajamala dan nampak gagah dan megah. (Ki Sabdo Dadi)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Aroma Mencurigakan di Pos 4 Pendakian Lawu, Tim Mandiri Telusuri Jejak Alvi

KARANGANYAR (MERAPI) - Pencarian terhadap pendaki pemula asal Magelang, Alvi Kurniawan (20) kembali berlanjut. Usai lebih dari dua pekan tak

Close