Revitalisasi Sasar Trotoar Sirip Malioboro

Trotoar sisi selatan Jalan Suryatmajan akan ditata tahun ini diselaraskan dengan kawasan Malioboro. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

DANUREJAN (MERAPI) – Setelah pedestrian Malioboro rampung direvitalisasi, penataan akan dilanjutkan pada trotoar sirip-sirip jalan di kawasan ikon wisata Yogyakarta itu. Penataan sirip-sirip Malioboro pada tahun ini akan dilakukan di Jalan Suryatamajan dan Pajeksan.

“Penataan yang dilakukan berupa saluran air hujan dan pedestrian atau trotoar. Penataan menggunakan Dana Keistimewaan DIY,” kata Kepala Dinas Pekerjaan Umum Perumahan dan Kawasan Permukiman (PUPKP) Kota Yogyakarta, Agus Tri Haryono, Jumat (18/1).

Agus menyampaikan, untuk Jalan Suryatmajan penataan di sisi selatan karena sebelah utara sudah ditata Pemda DIY. Sedangkan di Jalan Pajeksan sisi utara dan selatan yang akan ditata oleh Pemkot Yogyakarta. Penataan sirip-sirip jalan itu menggunakan Dana Keistimewaan DIY tahun 2019 sekitar Rp 8 miliar.

Kepala Bidang Binamarga Dinas PUPKP Kota Yogyakarta Umi Akhsanti menambahkan, desain penataan trotoar sirip-sirip Jalan Malioboro masih dalam tahap kajian. Tapi dia menyatakan penataan dilakukan pada trotoar yang sudah ada. Lebar trotoar sekitar 1,2 meter dan tidak dilengkapi street furniture seperti bangku.

“Konsepnya trotoar beda dengan pedestrian Malioboro yang lebih lebar karena hanya sirip-sirip jalan untuk akses masuk Malioboro. Bukan untuk wisatawan tapi trotoar untuk pejalan kaki,” papar Umi.

Meski demikian dia menyatakan bahan material trotoar yang dipakai disesuaikan dengan penataan Malioboro karena meneruskan sebagai penyangga kawasan. Posisi saluran air hujan di bawah lalu trotoar dibangun di atasnya. Untuk Jalan Suryatamajan yang telah ditata Pemda DIY memiliki lebar luas sehingga dilengkapi taman dan bangku.

“Untuk Jalan Pajeksan selama ini beberapa titik memang belum ada trotoarnya. Penatan trotoar tidak mengurangi lebar jalan yang sudah ada. Tapi lebarnya masih memungkinkan untuk pejalan kaki,” terangnya.

Sementara itu Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, untuk penataan Malioboro tahun ini pemkot menangani sirip-sirip jalan. Sedangkan penataan pedagang ke eks bioskop Indra masih menunggu koordinasi dari Pemda DIY. Dia mengaku sampai kini belum kejelasan kriteria pedagang yang ditata di sentra PKL itu.

“Kami akan tata bersama dengan Pemda DIY. Lihat dulu kapasitasnya di sana berapa. Kami masih perbaikan sirip-sirip Malioboro tahun ini,” imbuh Heroe. (Tri)

Read previous post:
PENGEPUNGAN MATARAM ATAS BATAVIA 1628 DAN 1629 (10-HABIS) – Panglima Perang Dihukum karena Gagal Menang

PADA tulisan berikutnya, sejarawan de Graaf menulis panjang lebar mengenai panglima-panglima Mataram yang secara tragis menerima hukuman mati dari raja.

Close