Akui Mobil Dicuri Penumpang, Sopir Malah Dihukum Penjara

MERAPI-YUSRON MUSTAQIM Terdakwa didampingi petugas usai menjalani pembacaan vonis di PN Bantul.
MERAPI-YUSRON MUSTAQIM/Terdakwa didampingi petugas usai menjalani pembacaan vonis di PN Bantul.

BANTUL (MERAPI)– Nasib tragis dialami seorang sopir taksi online, Edi Susanta warga Krapyak Kulon, Panjagrejo, Pundong, Bantul. Dia divonis 1 tahun 6 bulan atau 1,5 tahun penjara karena terbukti menggelapkan mobil dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Kamis (17/1). Padahal, mobil itu diakui Edi dicuri atau dibawa kabur penumpangnya.
Vonis yang dijatuhkan majelis hakim diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH lebih ringan dari tuntutan jaksa Healy Muliawati SH yang awalnya menuntut 3 tahun penjara. Terdakwa dinyatakan bersalah telah menggelapkan mobil milik tetangganya yang digunakan untuk usaha taksi online.

Atas vonis tersebut, terdakwa melalui penasihat hukumnya menyatakan pikir-pikir. “Sudah diketahui pelaku yang sebenarnya mengambil mobil tersebut adalah seseorang yang bernama RA. Namun faktanya hari ini (kemarin) pengadilan tetap memutus Edi Susanta bersalah dan menghukum 1 tahun 6 bulan. Lalu pertanyaannya, bagaimana jika pelaku penggelapan mobil pada nantinya tertangkap dan bagaimana status hukum terdakwa,” ujar penasihat hukum terdakwa, Thomas Nur Ana Edi Dharma SH dan Mohamad Novweni SH kepada Merapi  usai sidang. “Putusan ini menurut kami tidak menjamin kepastian hukum bagi terdakwa,” tambahnya.
Dalam amar putusan terungkap, terdakwa diajukan ke persidangan setelah menggelapkan mobil Grand Livina yang digunakan sebagai taksi online.

Semula terdakwa menjalin kerjasama dengan tetangganya, Novitasari Oktavia untuk menjalankan taksi online dengan menjadi sopir mobil Nissan Grand Livina. Kerjasama tersebut dilakukan bulan September 2017 dengan perjanjian lisan bahwa terdakwa membayar setoran hasil dari taksi online sebesar Rp 100 ribu per hari.
Kemudian pada 18 April 2018 pukul 06.00, terdakwa mendatangi Novita Sari Oktavia memberitahukan kalau kendaraan miliknya dibawa kabur penumpang. Setelah itu terdakwa, Novita dan seseorang bernama Wahyu Widodo melaporkan kejadian itu ke Polres Kulonprogo.

Sebelum membawa kabur mobil, terdakwa dan pelaku pada Rabu 18 April 2018 makan di Rumah Makan Sambel Sawah Wates. Saat laporan tersebut diproses polisi, tiba-tiba terdakwa dilaporkan oleh Novita ke Polres Bantul dengan tuduhan penggelapan mobil. Atas laporan itu terdakwa telah dipanggil dan diperiksa sebagai saksi.
Kemudian pada 18 September 2018 polisi melakukan penangkapan dan penahanan atas diri terdakwa, hingga kini telah memasuki persidangan dan dijatuhkan putusan. (C-5)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Stimulus Dihapus, Besaran PBB Naik

UMBULHARJO (MERAP) - Besaran ketetapan nilai Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) tahun 2019 di Kota Yogyakarta naik. Pasalnya Pemkot Yogyakarta

Close