Anggota Dewan Gugat Balik Mantan Bos


Kuasa hukum Saikur Rohman saat menunjukkan eksepsi, jawaban dan gugatan balik atau gugatan rekonpensi.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Kuasa hukum Saikur Rohman saat menunjukkan eksepsi, jawaban dan gugatan balik atau gugatan rekonpensi.(MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI)- Anggota DPRD Bantul, Sudarto BA S TH warga Grogol IX Parangtritis Kretek Bantul menggugat balik Bontje Adrian Johan, mantan bosnya yang diketahui sebagai pengusaha asing yang bermukim di Yogyakarta. Gugatan balik tersebut disampaikan dalam eksepsi, jawaban dan gugatan rekonpensi yang disampaikan ke Pengadilan Negeri Bantul.

“Dengan adanya pemberitaan di media massa kalau Sudarto anggota DPRD Bantul digugat Rp 12 miliar dan dituduh menggelapkan uang mantan bosnya telah mencemarkan nama baik yang berakibat mengalami kerugian materiil dan imateriil,” ujar Saikur Rohman SH, kuasa hukum Sudarto kepada wartawan, Rabu (16/1).

Dengan adanya pemberitaan di media massa, Sudarto yang melakukan gugatan balik atau penggugat rekonpensi harus menanggung biaya untuk mengklarifikasi baik di media, kantor DPRD maupun kepada konstituennya. Apalagi saat ini penggugat rekonpensi maju lagi sebagai calon legislator sehingga harus bekerja keras meyakinkan konstituennya.

Berdasarkan kerugian materiil di atas tergugat rekonpensi Bontje Adrian Johan patut dihukum membayar ganti rugi sebesar Rp 200 juta. Di samping itu penggugat rekonpensi juga mengalami kerugian immateriil merasa malu, tertekan, depresi, stres serta menanggung beban moril dan sosial bila dinilai kerugiannya mencapai Rp 10 miliar.

Sementara dalam eksepsi penasihat hukum Saikur Rohman menolak semua dalil sebagaimana gugatan Bontje. Saikur Rohman menolak objek sengketa yakni rumah di Garon Panggungharjo Sewon Bantul seluas 172 m2. Karena rumah tersebut dibeli Sudarto bukan dibeli Bontje melalui Sudarto sebagaimana gugatannya.

Objek sengketa sesungguhnya utang piutang antara Sudarto dan Bontje yang masuk kategori wanprestasi senilai Rp 310 juta. “Justru Bontje sendiri memiliki utang kepada Sudarto senilai Rp 350 juta melalu surat tagihan hutang nomor 01.2017 tanggal 22 Juni 2017,” ucap Saikur. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
SIDANG PENGGELAPAN SERTIFIKAT ADIK IPAR- Penasihat Hukum Yakin Kliennya Tak Salah

BANTUL (MERAPI) - Tim penasihat hukum Enji Pusposugondo SH dan Supriyanto SH menyatakan setelah mendengar, membaca dan menganalisa serta mencermati

Close