SIDANG PENGGELAPAN SERTIFIKAT ADIK IPAR- Penasihat Hukum Yakin Kliennya Tak Salah


Penasihat hukum terdakwa saat membacakan duplik di persidangan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Penasihat hukum terdakwa saat membacakan duplik di persidangan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI) – Tim penasihat hukum Enji Pusposugondo SH dan Supriyanto SH menyatakan setelah mendengar, membaca dan menganalisa serta mencermati kembali terhadap replik atau tanggapan penuntut umum terhadap pembelaan penasihat hukum terdakwa Ir HS, tidak ada fakta dan argumentasi hukum dengan perkara a quo.

“Kami dari tim penasihat hukum terdakwa tidak akan menanggapi karena replik penuntut umum lebih banyak menguraikan ungkapan dan dalil-dalil yang bersifat normatif yang tak didukung oleh fakta hukum persidangan,” ungkap Enji, suami SH dalam duplik yang dibacakan di hadapan persidangan yang diketuai Sri Wijayanti Tanjung SH di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Rabu (16/1).

Dalam perkara a quo penuntut umum berusaha mencari-cari kesalahan dan berusaha menjerat terdakwa. Tetapi penasihat hukum terdakwa mempunyai recording atas semua fakta persidangan yang mendasari dari pembuatan pledoi maupun duplik untuk meminta majelis hakim memberikan putusan bebas setelah penuntut umum menuntut terdakwa selama 3 bulan penjara.

Setelah menilik, mengkaji dan mengulas point 3 replik jaksa yang menyatakan saksi Dana Christina keberatan jika dikatakan saksi a de charge karena anasir perbuatan saksi sama dengan anasir perbuatan terdakwa ini menunjukkan jaksa terlalu prematur dan menyesatkan. Justru saksi Dana Christina menjadi saksi fakta satu-satunya tentang kebenaran atas perkara aquo. Dimana saksi korban Alexander Theodore Lamoh menyangkal atau melakukan wanprestasi atas kesepakatan yang telah disepakati bersama antara terdakwa dan saksi.

Untuk saksi notaris Agatha Irmawati SH sudah termuat dalam berita acara persidangan dan sudah menerangkan belum ada kesepakatan para pihak. Sehingga belum terjadi peralihan hak jual beli dan hibah dan 4 sertifikat dengan jelas dan terang berada dikantor saksi.

Dan tentunya jaksa seharusnya dapat menghadirkan ahli Sigit Riyanto MSi. Dikarenakan keterangan ahli sangatlah diperlukan di dalam persidangan ini. Keterangan ahli dapat menjadi tambahan dan acuan hakim sebagai pengambil putusan yang benar dan seadil-adilnya.

“Kami penasihat hukum terdakwa menyatakan secara tegas dakwaan penuntut umum tidak terbukti. Kami tim penasihat hukum menyatakan berketetapan untuk menyatakan keberatan dan menolak semua dakwaan dan surat tuntutan maupun replik penuntut umum. Untuk itu kami memohon kepada majelis hakim yang menyidangkan perkara a quo untuk dapat memutus perkara ini dengan memberikan keadilan bagi terdakwa,” tegas Enji. (C-5)


Pin It on Pinterest

Read previous post:
MERAPI-NOOR RIZKA Kasatresnarkoba (kiri) dan Kasubaghumas Polresta Yogya (kanan), menunjukkan barang-bukti yang disita polisi.
NARKOBA DIBELI SECARA TATAP MUKA Kecanduan Ganja, 3 Oknum Mahasiswa Ditangkap

YOGYA (MERAPI)- Tiga oknum mahasiswa pecandu ganja diringkus jajaran Satresnarkoba Polresta Yogya, Jumat (11/1) silam. Ganja tersebut dibeli secara tatap

Close