NARKOBA DIBELI SECARA TATAP MUKA Kecanduan Ganja, 3 Oknum Mahasiswa Ditangkap

MERAPI-NOOR RIZKA Kasatresnarkoba (kiri) dan Kasubaghumas Polresta Yogya (kanan), menunjukkan barang-bukti yang disita polisi.
MERAPI-NOOR RIZKA/Kasatresnarkoba (kiri) dan Kasubaghumas Polresta Yogya (kanan), menunjukkan barang-bukti yang disita polisi.

YOGYA (MERAPI)- Tiga oknum mahasiswa pecandu ganja diringkus jajaran Satresnarkoba Polresta Yogya, Jumat (11/1) silam. Ganja tersebut dibeli secara tatap muka dengan penjual yang kini masih dalam pengejaran polisi.
Kasatresnarkoba Polresta Yogya Kompol Cahyo Wicaksono didampingi Kasubaghumas Iptu Sartono kepada wartawan, Selasa (15/1) menjelaskan, pada awalnya petugas meringkus dua tersangka, yakni Ei (24) dan Ms (22) di wilayah Depok Sleman karena diduga melakukan penyalahgunaan Narkotika jenis ganja. Dari penggeledahan terhadap EI, petugas menemukan sebungkus kertas minyak isi ganja berat kurang lebih 6,3 gram, 1 buah ATM dan 1 buah HP warna putih gold. Dari tersangka Ms, petugas berhasil menyita sebanyak 1 bekas bungkus rokok isi ganja berat kurang lebih 5,8 gram, 1 buah bekas bungkus rokok isi 3 linting rokok ganja berat kurang lebih 2,8 gram dan 1 buah HP warna hitam.

“Penangkapan ini segera kami kembangkan. Karena masih ada target pemakai lain yang masih satu rangkaian,” kata Kompol Cahyo.
Sehari kemudian, Sabtu (12/1) dini hari, petugas meringkus Ha (25) di wilayah Sedayu. Dari tersangka Ha, petugas mendapatkan bungkusan coklat berisi ganja berat kurang lebih 25 gram, 3 pak kertas untuk melinting ganja dan HP.
Berdasarkan pemeriksaan, Ms menjadi perantara EI dan Ha dalam mendapatkan narkotika jenis ganja. Para tersangka membeli ganja seharga Rp 400 ribu dan Rp 800 ribu melalui P asal Jakarta. Selanjutnya, P datang ke Yogya dan melakukan transaksi secara face to face  di Jalan Solo.
Akibat perbuatannya, Ma, Ei dan Ha mendekam di tahanan Polresta Yogya untuk proses lanjut. Ketiganya dijerat Pasal 111 Ayat (1) Jo Pasal 127 Ayat (1) huruf a UU RI No 35 tahun 2009 tentang Narkotika, dengan ancaman hukuman maksimal 12 tahun penjara dan denda Rp 8 milyar.
“Kasus ini masih kami kembangkan untuk membongkar jaringan di atasnya,” tutup Kasatresnarkoba. (Riz)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
ilustrasi
SOPIR UGAL-UGALAN DIAMANKAN-POLISI Terobos Bangjo, Tabrak Mobil dan Lima Motor

DEPOK (MERAPI)- Mobil Daihatsu Xenia yang dikemudikan secara ugal-ugalan memicu tabrakan beruntun di simpang empat Condongcatur, Depok, Sleman, Senin (15/1)

Close