DISIMPAN DALAM TAS-Pelajar Bawa Clurit ke Sekolah

MERAPI-SAMENTO SIHONO/Kompol Yugi Bayu menunjukan clurit dan dobel stik yang diamankan dari pelajar.
MERAPI-SAMENTO SIHONO/Kompol Yugi Bayu menunjukan clurit dan dobel stik yang diamankan dari pelajar.

MLATI (MERAPI)- Empat orang pelajar sebuah SMA di Kota Yogyakarta diamankan petugas Polsek Mlati karena kedapatan nongkrong sambil membawa senjata tajam jenis clurit dan dobel stik di Jalan Perdana, Dusun Tegal Mindi Sinduadi, Mlati, Sleman, Kamis (10/1) sekitar pukul 16.30 WIB. Saat dirazia, para pelajar tersebut masih mengenakan seragam dan terindikasi hendak melakukan tawuran.

“Salah satu pelajar diketahui membawa senjata tajam jenis clurit dan dobel stik yang dimasukan ke dalam tas sekolah warna hitam,” ujar Kapolsek Mlati Kompol Yugi Bayu kepada wartawan, Jumat (11/1).
Menurut Yugi, empat orang pelaku yang diamankan yakni JA (17) warga Ambarketawang, Gamping, Sleman, MH (17) warga Donoharjo, Ngaglik, Sleman, RH (17) warga Ngaglik, Sleman, dan RK (17) warga Gedongkuning Banguntapan, Bantul.
“JA statusnya saat ini sudah dinaikan ke penyidikan (tersangka) karena kedapatan memiliki senjata itu. Sedangkan tiga lainya masih sebatas saksi,” ujarnya.

Yugi mengatakan, JA ditangkap ketika sedang menongkrong bersama teman-temannya di warung angkringan.
“Petugas mendapatkan Informasi kalau ada sekelompok pelajar sedang nongkrong sambil membawa senjata tajam. Karena terindikasi akan melakukan tawuran, akhirnya petugas melakukan penyergapan,” kata Yugi.
Dari hasil penggeledahan, kata Yugi, petugas menemukan clurit dan dobel stik milik JA yang disembunyikan dalam tas namun dibawa oleh joki motor MH. Selanjutnya pelaku berikut barang bukti diamankan ke Polsek Mlati untuk pemeriksaan.

“Pengakuannya senjata itu untuk jaga-jaga kalau ada musuh yang menyerang. Tapi kita tidak percaya begitu saja dengan ucapan pelaku,” beber Yugi.
Menurut Yugi, polisi rutin melakukan patroli untuk menekan dan mengatisipasi terjadinya tawuran antarpelajar. Pasalnya tempat nongkrong para pelaku berdekatan dengan SMA 4 Yogya yang dulunya pernah terjadi tawuran.
“Untuk antisipasi sering terjadi tawuran dan perkelahian pelajar, jajaran Polsek Mlati melakukan kegiatan patroli ke tempat-tempat yang diperkirakan menjadi menjadi tempat mereka berkumpul,” kata dia.
Akibat perbuatannya, pemilik clurit dan dobel stik dijerat dengan pasal 2 ayat 1 undang-undang darurat No 12/1951 tentang kepemilikan senjata tajam. Dalam pasal itu, pelaku terancam dengan hukuman penjara maksimal 10 tahun.
“Pelaku masih menjalani pemeriksaan di Polsek Mlati. Kita juga sudah undang orang tua dan pihak sekokah,” pungkasnya. (Shn)

Read previous post:
MERAPI-SAMENTO SIHONO AKBP Yuliyanto bersama Kombes Hadi Utomo saat memberikan pernyataan terkait kelanjutan kasus dugaan perkosaan mahasiswi UGM.
Mahasiswi UGM Korban Dugaan Perkosaan Menolak Divisum

DEPOK (MERAPI)- Polda DIY terus melakukan penyidikan kasus dugaan perkosaan yang dialami mahaisiswi UGM, Al oleh temannya, Dk saat KKN

Close