Mahasiswi UGM Korban Dugaan Perkosaan Menolak Divisum

MERAPI-SAMENTO SIHONO AKBP Yuliyanto bersama Kombes Hadi Utomo saat memberikan pernyataan terkait kelanjutan kasus dugaan perkosaan mahasiswi UGM.
MERAPI-SAMENTO SIHONOA/KBP Yuliyanto bersama Kombes Hadi Utomo saat memberikan pernyataan terkait kelanjutan kasus dugaan perkosaan mahasiswi UGM.

DEPOK (MERAPI)- Polda DIY terus melakukan penyidikan kasus dugaan perkosaan yang dialami mahaisiswi UGM, Al oleh temannya, Dk saat KKN di Maluku pada tahun lalu. Namun polisi mendapati kesulitan karena korban justru menolak melakukan visum dengan alasan yang tak dijelaskan.
“Kami menyesalkan karena korban ternyata tak bersedia divisum. Padahal hasil visum sangat penting untuk penyelidikan,” kata Kabid Humas Polda DIY AKBP Yuliyanto kepada wartawan di Mapolda DIY, Jumat (11/1). Yulianto mengatakan, polisi melakukan penyidikan sesuai prosedur, yakni dengan meminta visum korban. Namun di luar dugaan, permintaan itu justru ditolak korban.

Dikatakan Yuliyanto, meski korban masih menolak divisum, namun pemeriksaan jalan terus. Yang terbaru, kata dia, penyidik kembali memeriksa terlapor, yakni Bk. Selain itu, anggota Polda DIY sejak seminggu terakhir juga sudah berada di Maluku untuk melakukan koordinasi dengan kepolisan di tempat kejadian.
Sementara untuk saksi, kata Yuliyanto, hingga kini sudah ada 20 orang yang diperiksa. “Harusnya 23 saksi, namun 3 orang itu belum bersedia datang. Padahal keterangannya sangat kami butuhkan,” ujar Yuliyanto.
Direskrimum Polda DIY, Kombes Hadi Utomo menambahkan, pihaknya juga menyayangkan jika korban menolak divisum. Meski korban tidak bersedia divisum, kata dia, namun pemeriksaan jalan terus.

“Komitmen kami adalah menyelesikan kasus ini hingga semua terang benderang,” jelasnya. Untuk itu, dia meminta kerjasama sejumlah pihak, terutama saksi dan korban agar bisa membantu polisi melakukan penyidikan. “Korban sudah kami periksa dan bahkan sudah di-BAP. Sayang sekali ada beberapa hak yang bisa digunakan tapi diabaikan,” sebut Hadi. Dia mengatakan, surat penolakan dilakukan visum dikirim melalui pengacara korban.
Selain itu, ujar dia, pihaknya juga sangat berharap tiga saksi yang sudah dipanggil untuk segera datang. “Harusnya datang saja, ungkapkan semua di depan penyidik,” jelasnya.

Kombes Hadi juga menyayangkan banyaknya berita simpang siur tentang kasus ini yang belum terbukti kebenarannya. “Saya tegaskan jika kamilah yang tahu secara teknis masalah ini. Kami berharap orang-orang yang tak punya data jangan berkomentar yang menyesatkan dan menimbulkan kegaduhan,” tandansya.
Seperti diberitakan, kasus dugaan pemerkosaan ini dilakukan terlapor Dk saat korban KKN di Maluku tahun lalu. Kasus ini mencuat dari tulisan pers kamus UGM yang kemudian menjadi viral. Namun kasus ini justru melebar kemana-mana di mana banyak pihak terseret. (Shn)

Read previous post:
LIGA SUPER SLEMANSEMBADA – KKK Kian Kokoh di Puncak

SLEMAN (MERAPI) - KKK Klajuran kian kokoh di posisi puncak klasemen sementara Liga Super Sleman Sembada. Kemenangan 3-1 atas CMB,

Close