LAHAN TAMBAH 20 HA – PD3 Sleman Jamin Minapadi Tanpa Bahan Kimia

MERAPI-ITSIMEWA Budi daya ikan dengan sistem mina padi.
Ilustrasi

SLEMAN (MERAPI) – Dinas Pertanian, Pangan dan Pertanian (DP3) Kabupaten Sleman memastikan mina padi tidak ada yang menggunakan bahan kimia. Karena akan bisa menyebabkan matinya ikan. Hanya saja untuk sampai ke produk organik harus ada sertifikasi dari lembaga yang sudah terakderditasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Heru Saptono, Kamis (10/1). Penyataan tersebut sekaligus menjawab tantangan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar mina padi di Sleman tidak menggunakan bahan kimia.

“Kalau ada bahan kimia, ikannya mati. Sejauh ini budidaya mina padi di Kabupateb Sleman tanpa pestisida. Hanya saja untuk sampai ke produk organik harus ada sertifikasi dari lembaga terakreditasi,” ujarnya.

DP3 Sleman juga terus menghimbau kepada petani terutama yang melaksanakn mina padi tanpa menggunakan pestisida. Namun memilih pupuk organik, sehingga baik padi maupun hasil ikannya tetap sehat dan harganya dapat lebih kompetitif.

Untuk lahan mina padi, tahun ini DP3 Sleman berencana menambah 20 hektare lahan. Lokasi yang dipilih di Kecamatan Pakem, Gamping serta Seyegan. Namun untuk perluasan di Seyegan dan Moyudan. Alasan pemilihan kedua lokasi tersebut, karena selama ini petani di sana belum mau fokus ke mina padi.

“Padahal ketersediaan airnya sangat membantu. Namun masih perlu didorong agar petaninya tidak fokus ke tanaman saja. Namun juga dipadukan dengan sektor perikanan. Karena untuk hasil lebih tinggi dibanding pertanian saja,” urainya. (Awh)

SLEMAN (MERAPI) – Dinas Pertanian, Pangan dan Pertanian (DP3) Kabupaten Sleman memastikan mina padi tidak ada yang menggunakan bahan kimia. Karena akan bisa menyebabkan matinya ikan. Hanya saja untuk sampai ke produk organik harus ada sertifikasi dari lembaga yang sudah terakderditasi.

Hal tersebut disampaikan Kepala Dinas Pertanian, Pangan dan Perikanan (DP3) Kabupaten Sleman Heru Saptono, Kamis (10/1). Penyataan tersebut sekaligus menjawab tantangan dari pemerintah pusat dalam hal ini Kementrian Kelautan dan Perikanan (KKP) agar mina padi di Sleman tidak menggunakan bahan kimia.

“Kalau ada bahan kimia, ikannya mati. Sejauh ini budidaya mina padi di Kabupateb Sleman tanpa pestisida. Hanya saja untuk sampai ke produk organik harus ada sertifikasi dari lembaga terakreditasi,” ujarnya.

DP3 Sleman juga terus menghimbau kepada petani terutama yang melaksanakn mina padi tanpa menggunakan pestisida. Namun memilih pupuk organik, sehingga baik padi maupun hasil ikannya tetap sehat dan harganya dapat lebih kompetitif.

Untuk lahan mina padi, tahun ini DP3 Sleman berencana menambah 20 hektare lahan. Lokasi yang dipilih di Kecamatan Pakem, Gamping serta Seyegan. Namun untuk perluasan di Seyegan dan Moyudan. Alasan pemilihan kedua lokasi tersebut, karena selama ini petani di sana belum mau fokus ke mina padi.

“Padahal ketersediaan airnya sangat membantu. Namun masih perlu didorong agar petaninya tidak fokus ke tanaman saja. Namun juga dipadukan dengan sektor perikanan. Karena untuk hasil lebih tinggi dibanding pertanian saja,” urainya. (Awh)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Seniman Jaten Kampanyekan Pemilu Damai

KARANGANYAR (MERAPI) - Paguyuban Seniman Korwil Jaten (Sekoja) terlibat aktif mengampanyekan suasana damai di Pilkades, Pileg dan Pilpres 2019. Pesan-pesan

Close