Modus Bobol Rekening Beredar di Mesos, Mesin ATM Diganjal Korek Api

Tersangka pembobol ATM ditangkap polisi. (Foto:Abdul Alim)
Tersangka pembobol ATM ditangkap polisi. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Praktik pembobolan rekening bank diungkap jajaran Satreskrim Polres Karanganyar. Tersangka asal Gandekan Lor, Gedongtengen, Yogya, Safnirwan Ali (49) mempelajari tindakan ilegal itu dari video streaming.

Kapolres Karanganyar AKBP Catur Gatot Efendi dalam gelar barang bukti kasus pencurian dengan pemberatan (curat) di Mapolres, Kamis (10/1) mengindikasi tersangka bukan kali pertama membobol ATM. Dari pencermatan kronologis, barang bukti dan modusnya, tersangka menyiapkannya secara rapi.

“Ia sampai mencetak stiker berisi logo bank dan nomor teleponnya, untuk menggaet kepercayaan korban. Stiker itu ditempel di mesin ATM. Setelah sebelumnya, tersangka memasang tulisan mesin ATM rusak di sebuah kertas karton,” kata Kapolres.

Dihadapan awak media, ia menceritakan kronologis tersangka mengelabui korban asal Dukuh Sumuran Kulon Rt 02/Rw I Desa Kragilan, Mojolaban, Sriyatun (41) pada Minggu (25/11/2018) pukul 14.30 WIB. Sriyatun berniat mengambil uang tunai kiriman anaknya di mesin ATM area SPBU Dagen, Jaten di Jalan Solo-Tawangmangu. Wanita ini tak tahu mesin itu sudah dimanipulasi tersangka agar memacetkan kartu ATM didalamnya. Kebingungan kartunya tak bisa keluar, korban berusaha mencari informasi di sekeliling gerai. Sebuah karton tertulis ‘Masalah Keluhan Kartu ATM hubungi 081392174919’. Tanpa berfikir panjang, ia pun menghubungi nomor tersebut. Ternyata, tersangka berada tak jauh dari gerai ATM sambil menanti korban termakan umpan.

“Tersangka berpura-pura menjadi operator bank. Ia memandu korban agar menyebutkan nomor PIN atm. Dia bilang, akan membantu memblokirnya. Padahal setelah korban meninggalkan lokasi, ia datang untuk menguras isi rekening berbekal PIN yang sudah didapat,” katanya.

Tersangka menyisakan Rp 50.000 di rekening korban setelah menjarah Rp 1.950.000 dari tabungannya.

Penangkapan tersangka didasari laporan korban ke polisi setelah ia menyadari isi tabungannya dikuras. Tersangka ditangkap pada Sabtu, 15 Desember 2018, berkat kerjasama Polsek Jaten dengan Polda DIY. Adapun barang bukti berupa empat stiker rugos plastik, batang korek api, spidol, potongan karton tulisan atm bermasalah, dan ponsel.

Sementara itu tersangka mengaku butuh duit untuk membayar uang ujian anaknya. Hasil berdagang jam tangan di sekaten, lanjutnya, masih kurang menutup biayanya.

“Stiker bikin sendiri. Belajar mengganjal mesin atm itu dari Youtube. Lalu saya praktikkan. Baru sekali begini,” kata pria empat orang anak ini sambil tertunduk. (Lim)

Read previous post:
Nasi Telah Menjadi Bubur

SALING balas dalam berperilaku menyimpang pun akhirnya terjadi di dalam keluarga Dirham. Sekarang giliran Sisar bisa merasakan betapa sakitnya, ketika

Close