PELANGGARAN TARIF PARKIR LIBUR TAHUN BARU-Jukir Nakal Hanya Didenda Rp 100 Ribu

MERAPI-TRI DARMIYATI Petugas Dishub Kota Yogyakarta menindak jukir nakal di lahan persil warga di timur TKP Sriwedani karena tak berizin dan menerapkan tarif tak sesuai ketentuan.
Petugas Dishub Kota Yogyakarta merazia jukir di lahan persil warga di timur TKP Sriwedani beberapa waktu silam. (MERAPI-TRI DARMIYATI) 

UMBULHARJO (MERAPI) – Harapan untuk memberikan efek jera bagi juru parkir (jukir) yang melanggar ketentuan tarif, ternyata jauh dari realitas. Terbukti tiga jukir yang melanggar peraturan parkir saat libur tahun baru, hanya dikenai denda masing-masing Rp 100 ribu dalam sidang tindak pidang ringan (tipiring).

Kepala Bidang Perparkiran Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta Imanuddin Aziz mengutarakan, dalam sidang tipiring di Pengadilan Negeri Yogyakarta kemarin, memutuskan sanksi denda Rp 100 ribu/orang bagi 3 jukir yang melanggar tarif parkir. Padahal ada satu jukir dari 3 jukir tersebut pernah melakukan pelanggaran serupa.

“Sidangnya serentak (tiga jukir). Sudah diputuskan langsung suruh bayar denda Rp 100 ribu,” kata Aziz yang hadir dalam sidang sebagai saksi, Rabu (9/1).

Pihaknya menyayangkan keputusan sanksi denda yang hanya Rp 100 ribu. Terutama bagi jukir yang pernah melanggar kasus serupa. Dia mengatakan nilai denda yang diberikan pada pelanggar parkir sebelumnya pernah mencapai Rp 300 ribu. Meski demikian pihaknya menghormati keputusan nilai denda Rp 100 ribu karena merupakan kewenangan hakim.

“Tapi dengan denda Rp 100 ribu itu harapan untuk membuat efek jera bagi pelanggar tidak ada,” tegasnya.

Di dalam Perda parkir sudah disebutkan secara tegas sanksi pelanggaran parkir adalah kurungan maksimal tiga bulan dan atau denda maksimal Rp 50 juta. Dia berharap ada sanksi yang berbeda bagi jukir yang melanggar berulang kali agar ada nilai edukasi dan efek jera, sehingga jukir lain tak melakukan hal serupa.

“Kami tetap akan lakukan penertiban terhadap pelanggaran parkir dan patroli rutin,” tambah Aziz.

Selama tahun 2018 lalu, ada sekitar 33 jukir yang dikenai tipiring. Mereka terjaring dari hasil penertiban libur tahun baru 3 orang, libur Lebaran terjaring 22 orang dan kegiatan insidental ada 8 orang.

Seperti diketahui pada libur tahun baru kemarin terjaring 3 jukir melanggar karena menarik tarif Rp 20 ribu–Rp 25 ribu untuk parkir mobil. Dua jukir melanggar didapati di tempat khusus parkir (TKP) swasta di belakang Ramayana. Sedangkan satu jukir melangggar beroperasi di Jalan Suryatmajan dan pernah melanggar parkir serupa.

Mengacu Perda Nomor 19 Tahun 2019 tentang Retribusi Pelayanan Parkir Tepi Jalan Umum, tarif parkir resmi untuk mobil di tepi jalan umum adalah Rp 2.000. Sedangkan tarif di TKP swasta mengacu Perda Nomor 4 tahun 2012 tentang retribusi jasa usaha, mobil Rp 4 ribu untuk 2 jam pertama. Jika lebih dari dua jam dikenakan tarif parkir progesif 50 persen. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
WARGA KRITISI KEBIJAKAN MORATORIUM HOTEL-Dulu Mandi Bunga, Kini Ritual Tolak Bala

UMBULHARJO (MERAPI) - Sejumlah warga yang tergabung dalam Warga Berdaya melakukan aksi ritual tolak bala di depan Kantor Walikota Yogyakarta,

Close