Disabilitas Terima Kursi Roda

Ayu mencoba kursi roda dibantu orangtuanya. (Foto:Abdul Alim)
Ayu mencoba kursi roda dibantu orangtuanya. (Foto:Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – Pasangan suami istri asal Kerten Rt 01/Rw VI Kelurahan Jantiharjo, Karanganyar Kota, Slamet-Sulasmini berulangkali mencium kening putri bungsunya, Firda Ayu Permatasari (8). Bahagia dirasakan keduanya saat melihat Ayu, panggilan ke putrinya berkebutuhan khusus itu, mencoba kursi roda bantuan pemerintah.

Orangtua Ayu meyakini bakal dimudahkan merawatnya berkat alat bantu gerak tersebut. Sejak lahir hingga sekarang, Ayu tak pernah lepas dari pelukan ayah bundanya karena menderita lumpuh, bisu, tuli dan gangguan penglihatan.

“Prematur. Lahir di usia kandungan enam bulan. Sejak lahir sampai sekarang, mengalami kondisi demikian,” kata Slamet di sela penyerahan bantuan kursi roda di aula kantor Dinas Sosial (Dinsos) Karanganyar, Senin (7/1) sore.

Ia mengaku tak sanggup membelikan kursi roda maupun mengikutkan terapi, karena ekonomi lemah keluarganya. Ayu selain tak bisa berkomunikasi normal juga sulit bergerak. Gadis cilik berkulit putih bersih ini harus digendong ke mana-mana. Termasuk ke sekolah.

“Baru setengah tahun ini masuk SLB. Terkadang saya juga salah mengartikan gerakannya. Biasanya kalau jam makan, disuapi. 24 jam bersama ayah ibunya,” katanya.

Staf Rehabsos Penyandang Disabilitas Dinas Sosial Provinsi Jawa Tengah, Ihsanudin mengatakan empat penyandang disabilitas diberi hak pakai masing-masing satu kursi roda. Sarana tersebut disesuaikan kebutuhan geraknya, sehingga memiliki desain khusus dan diberi garansi penukaran maupun perawatan.

“Harapan kami, bantuan ini dimanfaatkan baik. Suatu saat nanti panjenengan tidak bisa lagi merawatnya, sehingga mulai sekarang dilatih mandiri,” katanya ke penerima bantuan beserta orangtuanya.

Dari empat penerima bantuan kursi roda, dua diantaranya anak-anak. Sedangkan dua lainnya dewasa. Bantuan itu bersumber APBN yang disalurkan melalui Dinsos provinsi. Jawa Tengah memperoleh 87 unit yang didistribusi ke 16 kabupaten.

“Sebenarnya Karanganyar dijatah lima unit. Tapi setelah home visit, hanya empat yang layak,” katanya.

Usai menjelaskan cara menggunakan dan perawatan, ia mengingatkan larangan memberikan kursi roda ke orang lain. Jika kursi roda sudah tidak dibutuhkan, diminta melapor.

“Anak pasti tambah besar. Jadi butuh kursi roda lebih besar. Tukarkan. Nanti kami ganti. Jangan diberikan ke orang lain apalagi dijual. Misalnya rusak, lapor juga. Ada perawatan dan sparepartnya,” katanya. (Lim)

Read previous post:
PERBUP 38.26 TAHUN 2018 – Pemkab Sleman Jamin Biaya Transfusi Darah

SLEMAN (MERAPI) - Dalam rangka meningkatkan kualitas pelayanan transfusi darah, Pemerintah Kabupaten Sleman menerbitkan Peraturan Bupati (Perbup) Sleman Nomor 38.26

Close