WISATAWAN PARANGTRITIS HILANG-Terseret Ombak, Tangan Terlepas dari Ganggaman Anggota SAR

MERAPI-SUKRO RIYADI Anggota SAR Parangtritis melakukan penyisiran paska wisatawan hilang digelung gelombang.
MERAPI-SUKRO RIYADI/Anggota SAR Parangtritis melakukan penyisiran paska wisatawan hilang digelung gelombang.

BANTUL (MERAPI)- Empat orang wisatawan anggota rombongan Karangtaruna Taruna Abadi 04 asal Dusun Nglebak, Munggur, Mojogedang, Karanganyar terseret ganasnya ombak Pantai Parangtiris, Kretek, Bantul, Minggu (6/1). Hingga semalam, satu orang wisatawan, yakni Rahmad Tri Prasetyo (20) masih dalam pencarian Tim SAR Parangtiris. Sementara tiga wisatawan yang berhasil diselamatkan yakni Malik Sadikin Nugroho, Saryono serta Bambang Irawan.
Komandan SAR Korwil 3 Parangtiris Ali Sutanta Jaka Saputra didampingi Komandan SAR Bantul, Arif Nugraha kepada wartawan mengatakan, musibah tersebut terjadi sangat cepat. Dikatakan, rombongan Karangtaruna yang berjumlah 38 orang itu sampai di pantai pukul 13.30. Korban bersama tiga rekannya langsung mandi di laut tanpa memperhatikan derasnya arus balik gelombang.

Setelah main air beberapa saat, empat wisatawan itu terseret arus balik ke tengah laut. Sejumlah rekan korban berusaha memberikan pertolongan sambil berteriak meminta tolong. Tim SAR yang tengah bersiaga langsung menceburkan diri ke laut. “Seketika itu SAR berhasil membawa dua korban terseret gelombang ke tepi pantai, sedang dua orang lainnya, termasuk Rahmad Tri Prasetyo terbawa gelombang makin ke tengah laut,” ujar Ali. Melihat dua wisatawan dibawa gelombang makin jauh dari pantai, SAR bergegas menerobos ombak. Perjuangan personal SAR Parangtritis, Husein dan Rahmad membuahkan hasil.

Dua korban, termasuk Rahmad berhasil dipegang. Namun mendadak gelombang besar datang lagi dan menyebabkan genggaman tangan anggota SAR terlepas. Akibatnya, korban Rahmad kembali diseret ombak. “Salah satu korban terlepas setelah dihantam gelombang, sedang satunya lagi dievakuasi memanfaatkan perahu nelayan Pantai Depok,” ujar Ali.
Sejak itu, Tim SAR tak berhasil menemukan jejak korban Rahmad. Salah satu anggota Karangtaruna Taruna Abadi Nglebak, Suwarno mengatakan, sebelum berkunjung ke Parangtritis, rombongan yang berjumlah 38 orang itu mengunjungi Kraton Yogyakarta. “Rencananya setelah dari Parangtritis, rombongan akan mengunjungi Malioboro. Tetapi karena musibah ini, perjalanan tidak kami lanjutkan,” ujar Suwarno.

Sementara di waktu hampir bersamaan, Gareng (37) nelayan Pantai Samas Srigading Sanden Bantul hilang setelah perahunya terbalik diterjang gelombang. Dari peristiwa itu satu nelayan Anak Buah Kapal (ABK), Yuli Faska (25) warga Samas Srigading, Sanden berhasil selamat.
Peristiwa yang menimpa nelayan Mina Samudra Pantai Samas Srigading Sanden Bantul itu terjadi ketika perahu akan menepi. Kemarin siang perahu Baru Mukti 05 bermaksud menepi setelah seharian mencari ikan. Namun mendadak gelombang datang dan langsung mengantam lambung perahu. “Seketika itu perahu langsung terbalik, tekong dan ABK terbawa arus, tekong hilang belum ditemukan,” ujar Mugari salah satu nelayan. (Roy)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Penasihat hukum AA Hasibuan SH usai memberikan keterangan kepada wartawan. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
SIDANG PENGANIAYAAN SUPORTER- Tak Ada Saksi Mengetahui Terdakwa Pelakunya

BANTUL (MERAPI) - Sidang penganiayaan yang mengakibatkan korban tewas Ahmad Iqbal Setyawan, pasca pertandingan sepak bola PSIM Vs PSS di

Close