KPU Ingin Pinjam Pakai GOR RM Said

Ruang penyimpanan kotak suara di aula PKPRI Cangakan. (Foto: Abdul Alim)
Ruang penyimpanan kotak suara di aula PKPRI Cangakan. (Foto: Abdul Alim)

KARANGANYAR (MERAPI) – KPU Karanganyar berbatas waktu menentukan lokasi penyimpanan dan pengemasan logistik pemilu 2019. Pemindahan logistik dari lokasi penyimpanan sementara, maksimal akhir Januari.

“Paling enggak, Januari sudah menentukan tempat pemindahan logistik. Sebab, waktunya terus berjalan. Semua setting logistik dimulai bersamaan dropping surat suara pada Februari,” kata Anggota Komisioner KPU Karanganyar Divisi Hukum dan Pengawasan, Triastuti Suryandari, Selasa (1/1).

Saat ini, logistik disimpan sementara di kantor PKPRI Cangakan dan aula kantor Kelurahan Cangakan. Logistik itu berupa kotak suara, bilik suara dan sebagian alat tulis kantor (ATK) untuk 3.149 tempat pemungutan suara (TPS). Kondisi ruang penyimpanan di dua lokasi itu aman dari tindak kriminalitas maupun kerusakan akibat cuaca. Namun, kurang luas.

“Kriteria untuk setting logistik, tentu luas. Dan leluasa bagi kami untuk beraktivitas di sana. Kemudian berada di wilayah strategis kota supaya memudahkan distribusi dan mobilitas. GOR RM Said memenuhi kriteria itu,” lanjutnya.

Saat ini, GOR RM Said tak pernah sepi aktivitas pertandingan maupun event lainnya. Ia tak berharap penggunaan aset itu oleh KPU menghentikan seluruh aktivitas reguler pemerintah maupun masyarakat di GOR.

“Enggak bisa asal pilih tempat. Kita benar-benar butuh tempat leluasa, lega dan aman. Gedung sekolah maupun GOR memang luas, tapi apakah terbebas dari kepentingan lain?” katanya.

Komisioner KPU Bidang Teknis, M Maksum mengatakan pelipatan surat suara Pileg dan Pilpres 2019 membutuhkan ruangan lega. Lima jenis surat suara, yakni untuk Pilpres, pemilihan DPR RI, DPD, DPRD provinsi dan DPRD kabupaten/kota. Terkait setting kotak suara dan bilik suara, tidak boleh mengganggu pelipatan kotak suara.

“Manajemen logistik vital. Kalau enggak ada itu, ya enggak ada pemilu. Kita menyadari enggak ada gudang memadai,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata Pendidikan dan Olahraga (Disparpora) Karanganyar, Titis Sri Jawoto mengatakan, sejauh ini belum menerima surat permohonan pinjam pakai GOR RM Said. Menurutnya, keputusan memberi izin atau menolak, di tangan bupati.

“Silakan saja ajukan surat pinjam. Entah nanti diterima atau diberi masukan lain untuk lokasi lebih baik. Pada prinsipnya, Pemkab siap membantu KPU,” katanya. (Lim)

Read previous post:
SLEMAN KONTRAK KERJA LEBIH AWAL – 11 Paket Pengadaan Barang Jasa Lebih Efisien

SLEMAN (MERAPI) - Dalam rangka mempercepat pengadaan barang dan jasa untuk tahun anggaran 2019, Pemerintah Kabupaten Sleman mempercepat penandatanganan kontrak

Close