Lama Tinggal Wisatawan di Yogya Masih Kurang dari 2 Hari

MERAPI-TRI DARMIYATI Masyarakat memanfaatkan liburan dengan berlibur di Malioboro menikmati suasana pedestrian yang kini menambah daya tarik ikon wisata Yogyakarta itu.
Masyarakat menikmati suasana pedestrian Malioboro. (MERAPI-TRI DARMIYATI)

UMBULHARJO (MERAPI) – Lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta masih kurang dari 2 hari. Hal itu menjadi pekerjaan rumah pemerintah untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan di Kota Yogyakarta sebagai kota wisata. Terutama untuk menyongsong operasional bandara baru di Kulonprogo.

“Dari hasil perhitungan sementara lama tinggal wisatawan rata-rata 1,9 hari. Angka itu tertinggi dibandingkan kabupaten lain di DIY. Tapi hasil hitungan final masih dikaji oleh pihak ketiga,” kata Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pariwisata Kota Yogyakarta, Yunianto Dwi Sutono, Selasa (1/1).

Angka lama tinggal wisatawan tersebut merupakan hasil perhitungan sementara sampai bulan Oktober-November 2018. Pihaknya mengakui lama tinggal wisatawan itu masih kurang untuk mendukung Kota Yogyakarta sebagai kota tujuan wisata.

“Ini yang kondisi yang dialami saat ini. Makanya target yang kami kejar adalah kualitas lama tinggal wisatawan. Kami upayakan lama tinggal wisatawan jadi dua hari atau lebih,” tambahnya.

Sedangkan dari segi kuantitas atau jumlah wisatawan di Kota Yogyakarta sudah memenuhi target. Selama tahun 2018 ditargetkan sekitar 3,3 juta wisatawan domestik dan 400 ribu wisatawan mancanegara berwisata ke Kota Yogyakarta.

Untuk mengatasi persoalan lama tinggal wisatawan itu pihaknya telah berkomunikasi dengan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) dan Asosiasi Tour and Travel (Asita) serta pelaku wisata.

Dia menyatakan Kota Yogyakarta tidak memiliki wisata dari sumber daya alam seperti pantai dan gunung. Oleh sebab itu Kota Yogyakarta sebagai tujuan wisata memprioritaskan aspek wisata kuliner, hotel dan transportasi.

“Silakan wisatawan ke pantai dan gunung di kabupaten-kabupaten lain di DIY. Tapi menginap dan belanja oleh-oleh di Kota Yogya,” harap Yunianto.

Dia menyampaikan Pemkot Yogyakarta juga telah membuka operasional Pasar Beringharjo dan Taman Pintar hingga malam hari untuk menambah lama tinggal wisatawan. Pihaknya juga mengaku akan mempersiapkan langkah-langkah lain untuk meningkatkan lama tinggal wisatawan bersama Pemda DIY. Terutama untuk menghadapi operasional bandara DIY di Kulonprogo 2019.

“Peningkatan lama tinggal wisatawan ini penting karena multiplier efeknya banyak. Segi pendapatan asli daerah dari pajak restoran dan hotel serta ekonomi masyarakat bisa berkembang,” ucapnya. (Tri)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Menikmati Pergantian Tahun di Atas Tebing Breksi

TAMAN Tebing Breksi di Sambirejo Prambanan Sleman seolah menjadi magnet bagi wisatawan pada masa libur akhir tahun ini. Termasuk saat

Close