Pengedar Psikotropika Dituntut 1,5 Tahun


Terdakwa ketika mendengarkan tuntutan jaksa di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)
Terdakwa ketika mendengarkan tuntutan jaksa di PN Bantul. (MERAPI-YUSRON MUSTAQIM)

BANTUL (MERAPI)- Terdakwa pengedar psikotropika, RN alias Fai (23) warga Senggotan Tirtonirmolo Kasihan Bantul dituntut 1 tahun 6 bulan penjara dan denda Rp 2 juta subsider 2 bulan kurungan dalam sidang di Pengadilan Negeri (PN) Bantul, Jumat (28/12).

Jaksa penuntut umum (JPU) Arif Rahman SH dalam tuntutan yang dibacakan di hadapan majelis hakim diketuai Agung Sulistiyono SH mengungkapkan, awalnya petugas Satresnarkoba Polres Bantul mendapat informasi masyarakat di Tegal Senggotan Tirtonirmolo Kasihan Bantul terdakwa berjualan obat terlarang berupa psikotroika.

Selanjutnya pada Kamis 11 Oktober 2018 pukul 18.00 petugas melalukan pemantauan dan pengeekan di wilayah tersebut. Saat itu petugas datang ke rumah terdakwa dan mengamankan Muchlis (terpisah).

Saat dalakukan penggeledahan dan ditemukan tak ditemukan apa-apa. Tetapi saat dalakukan pemeriksaan celana Muchlis ditemukan 10 tablet Camlet dan 8 tablet Atrax.

Selanjutnya Muchlis mengakui barang tersebut milik terdakwa. Diakui barang bukti yang disita merupakan milik terdakwa sebagai bonus pembelian pil Trihexyphenidyl sebanyak 5.000 butir.

Selama ini terdakwa dalam menguasai dan memiliki psikotropika tersebut tak memiliki izin dari pihak berwenang. Perbuatan terdakwa dijerat dengan pasal 62 UU RI No 5 Tahun 1997 tentang Psikotropika. (C-5)



Read previous post:
Diselingkuhi Istri, Warga Maguwoharjo Ini Pilih Gantung Diri

DEPOK (MERAPI)- Paulus (47) warga Karangploso, Maguwoharjo, Depok Sleman, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri, Kamis (27/12) petang. Gara-garanya,

Close