PELAKU RIBUT DI MEJA JUDI Ditembak Polisi Usai Sabetkan Pisau ke Teman

MERAPI-SAMENTO SIHONO Tersangka saat digelandang ke Polda DIY
MERAPI-SAMENTO SIHONO-Tersangka saat digelandang ke Polda DIY

DEPOK (MERAPI)- Ditreskrimum Polda DIY mengamankan seorang penjudi, GA (23) warga Ngabean Sariharjo Ngaglik Sleman. Tersangka GA ditangkap lantaran kedapatan melakukan penganiayaan temanya dengan pisau lipat di arena judi. Karena melawan saat hendak dibekuk, polisi pun terpaksa menembak kaki tersangka.
Akibat dianiaya pelaku, korban AS (26) warga Condongcatur Depok Sleman mengalami luka di bagian kepala, punggung dan pantat. Tersangka kini harus mendekam di sel tahanan Polda DIY guna mempertanggungjawabkan perbuatannya.
“Korban dan tersangka ini saling kenal, tapi karena terjadi perselisihan, tersangka kemudian nekat melakukan penganiayaan terhadap korban,” beber Kasubdit III Ditreskrimum Polda DIY AKBP Riki Kurniawan kepada wartawan, Kamis (27/12).

Dijelaskan Riki, peristiwa itu bermula saat korban membelikan perhiasan emas pada tersangka secara cuma-cuma. Keduanya kemudian bermain judi kartu bersama-teman temanya di daerah Wedomartani Ngemplak Sleman beberapa waktu lalu.
Saat bermain judi, justru terjadi perselisihan sehingga korban langsung meminta kembali emas yang telah diberikan. Tersangka menolak hingga keduanya cekcok. Karena emosi, tersangka kemudian menyabetkan pisau lipat dan mengenai kepala belakang, punggung dan pantat korban.
Tak sampai di situ, tersangka juga mendorong korban hingga jatuh tersungkur. Korban yang sudah tak berdaya lantas ditinggal di lokasi kejadian. Dia kemudian dilarikan ke rumah sakit oleh teman-temanya. Usai kejadian itu, korban lantas melapor ke Polda DIY.

Mendapat laporan itu, petugas lantas melakukan penyelidikan. Tak butuh waktu lama, polisi berhasil menangkap tersangka di Ngemplak. Tapi saat hendak ditangkap, tersangka justru melakukan perlawanan.
Alhasil petugas terpaksa melakukan penembakan terhadap kaki tersangka. Dari hasil introgasi, tersangka sudah tiga kali berurusan dengan pihak berwajib, dengan kasus penganiayaan dan narkotika.
“Karena tersangka tidak koperatif saat akan dilakukan penangkapan, sehingga petugas terpaksa melakukan tindakan tegas (menembak),” ujar Riki.
Akibat kejadian itu tersangka terancam dijerat dengan pasal 361 KUHP tentang penganiayaan berat dengan ancaman 7 tahun kurungan penjara. Kini tersangka berikut barang bukti diamankan di Polda DIY. (Shn)

Pin It on Pinterest

Read previous post:
Gara-gara Motor Kreditan Ditarik, Pemuda Pengangguran Nekat Nyuri Motor Tetangga

WATES (MERAPI) -  Merasa kecewa setelah motor kesayangannya ditarik karena tak mampu membayar kredit, pemuda pengangguran warga Jurang Jero, Giripeni,

Close